Sejak 2016, Penyaluran Dana Pinjaman Amartha Tembus Rp 970 Miliar

Kompas.com - 10/04/2019, 16:05 WIB
Founder dan CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra KOMPAS.com/MUTIA FAUZIAFounder dan CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan teknologi keuangan atau financial technology (fintech) peer to peer lending PT Amartha Mikro Fintek mengaku telah menyalurkan pinjaman mencapai Rp 970 miliar kepada perempuan pelaku usaha mikro di wilayah pedesaan.

Founder sekaligus CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra mengatakan, total penyaluran kredit tersebut akumulasi sejak 2016 ketika Amartha baru saja berdiri hingga April 2019.

Secara demografis, mayoritas peminjam dana Amartha berasal dari desa-desa di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Yogyakarta.

"Kita di kota tier 3 dan 4, kalau di Jawa Timur di Nganjuk, Pasuruan, Mojokerto, Banyuwngi, kalau di Jawa Barat seperti di Indramayu, Subang, dan semacemnya," ujar Andi di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Baca juga: Pentingkan Kualitas, Amartha Yakin Kredit Macet Bisa di Bawah 1 Persen

Andi mengatakan, secara keseluruhan saat ini sudah memiliki 60.000 akun lender alias pemberi dana dan 270.000 akun borrower atau peminjam dana. Jumlah peminjam dana sendiri sudah tumbuh dua kali lipat jika dibandingkan dengan tahun lalu.

"Kalau tahun lalu itu jumlah peminjam kita hanya berkisar 100.000-an. Capaian ini memang tidak terlepas dari upaya yang juga telah dilakukan untuk menarik kepercayaan masyarakat," ujar dia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Amartha juga telah melakukan edukasi keuangan kepada masyarakat sejak tahun 2010 sebagai koperasi sebelum akhirnya bergeser menjadi fintech peer to peer lending.

Baca juga: Per Maret, Amartha Telah Salurkan Rp 900 Miliar

Dia menambahkan, rata-rata perempuan mikro penerima saluran dana Amartha bisa meningkatkan pendapatan usahanya hingga 40 persen atau sekitar Rp 2 juta, dari Rp 4 juta per bulan menjadi Rp 6 juta per bulan.

Perubahan tersebut terjadi dalam kurun waktu satu tahun saja.

"Yang kami lakukan ini adalah sesuai dengan Sustainable Development Goals yang digagas oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui pilar pengentasan kemiskinan, partisipasi perempuan dalam pembangunan dan pengurangan ketimpangan pendapatan di pedesaan. Makanya kami sangat ingin menjangkau semakin banyak perempuan mikro di pedesaan," tambahnya.

Baca juga: Cerita Fintech Amartha yang Ingin Menyejahterakan Perempuan di Desa

Tahun ini, Amartha berencana mengembangkan bisnisnya ke wilayah Sulawesi. Pada tahap awal, ekspansi bisnis tersebut akan dilakukan di 10 kabupaten.

"Kami memilih Sulawesi karena banyak pertimbangan, salah satunya daerah ini masih sedikit dijangkau oleh lembaga keuangan sehingga kita ingin masuk dan membantu perempuan mikro disana," pungkas Andi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X