Pendiri Xiaomi Donasikan Seluruh Bonus Tahunannya Rp 13,6 Triliun

Kompas.com - 11/04/2019, 08:10 WIB
CEO Xiaomi, Lei Jun mengenalkan Xiaomi Redmi 5A di hadapan jurnalis di Jakarta, Rabu (20/12/2017). Oik Yusuf/KOMPAS.comCEO Xiaomi, Lei Jun mengenalkan Xiaomi Redmi 5A di hadapan jurnalis di Jakarta, Rabu (20/12/2017).

NEW YORK, KOMPAS.com - Pendiri sekaligus CEO perusahaan produsen smartphone asal China Xiaomi, Lei Jun, menerima bonus tahunan setelah perusahaannya melantai di bursa Hongkong. Lei pun memilih untuk mendonasikan seluruh bonus yang dia dapatkan tersebut.

Seperti dikutip dari CNN, Kamis (11/4/2019), Lei Jun menerima lebih dari 636,6 juta saham sebagai bonus dari kontribusinya terhadap Xiaomi.

Berdasarkan harga terkini dari saham Xiaomi, jumlah tersebut setara dengan 7,54 miliar dollar Hong Kong, atau setara dengan 961 miliar dollar AS. Sementara jika dirupiahkan, angka tersebut setara dengan Rp 13,6 triliun.

Xiaomi mengatakan, Lei telah berjanji akan mendonasikan seluruh sahamnya, setelaah dipotong pajak, untuk beramal.

Meski. Xiaomi tidak merinci lebih jauh tujuan amal yang akan dilakukan.

Sebagai infromasi, Xiaomi mulai mencatatkan sahamnya di bursa Hong Kong sejak Juli 2018 lalu. Harga saham Xiaomi pun terus merosot lantaran permintaan smartphone di China yang terus menurun. Xiaomi pun harus berhadapan dengan persaingan yang begitu ketat.

Mereka harus bersaing dengan merek internasional seperti Samsung dan Apple juga rival Chinanya, Huawei, Vivo serta Oppo.

Walaupun demikian, Lei masih bisa mendonasikan seluruh bonus yang dia dapat. Bahkan setelah memperhitungkan penurunan saham Xiaomi, dia masih memiliki kekayaan hingga 11 miliar dollar AS menurut Forbes dan Bloomberg.



Sumber CNN
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X