Lembaga Pangan Malaysia Tertarik Kerja Sama dengan Bulog

Kompas.com - 11/04/2019, 08:39 WIB
Sejumlah buruh panggul memikul beras hasil serapan dari petani di Gudang Bulog Lingga Jaya, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (15/5/2018). ANTARA/ADENG BUSTOMISejumlah buruh panggul memikul beras hasil serapan dari petani di Gudang Bulog Lingga Jaya, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (15/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Bernas (lembaga pangan Malaysia) tertarik menjalin perdagangan beras dengan Perum Bulog.

Penggalangan beras ini sebagai upaya menjamin ketersediaan pangan yang berkualitas premium di negara tetangga tersebut, sekaligus bukti kepercayaan terhadap kualitas beras Indonesia.

“Bernas Malaysia sudah sejak lama mengetahui kualitas beras Bulog yang baik sehingga perlu dilakukan kerja sama lebih serius yang bisa memberikan banyak manfaat dan saling menguntungkan bagi kedua negara,” kata Kepala Departemen Industri Penelitian dan Analisa Bernas Malaysia Salman Muhammad dalam keterangan pers, Kamis (11/4/2019).

Kunjungan Bernas Malaysia ke Indonesia merupakan tindak lanjut dari kunjungan delegasi Perum Bulog beberapa waktu lalu sebagai upaya untuk membuka akses pasar berskala internasional.

Malaysia menjadi pilihan pertama mengingat banyak peluang yang bisa dibangun dalam hal perdagangan pangan, termasuk beras.

Sementara itu, Direktur Komersial Perum Bulog Judith J Dipodiputro menjelaskan kunjungan ini untuk mengidentifikasi kualitas dan pasar beras Indonesia guna membuka peluang ekspor ke Malaysia.

Kunjungan ini juga merupakan knowledge sharing atas peta industri pangan di Indonesia sekaligus memahami peran dan fungsi Bulog dalam struktur industri pangan Indonesia.

"Kita berharap Bernas dan Bulog dapat membangun kerja sama strategis jangka panjang di bidang pangan atau komoditas pangan lain,” kata Judith.

Lebih lanjut, Bulog memiliki outlet penjualan Toko Pangan Kita (TPK) untuk memasok ke pedagang dalam partai besar dan Jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang jumlahnya mencapai puluhan ribu untuk menjangkau konsumen akhir.

Selain itu, Bulog juga menguasai logistik pergudangan komoditas pangan, khususnya beras yang tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah 1.650 unit gudang dan kapasitas mencapai 4 juta ton beras.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X