Ini Rahasia Tommy Soeharto untuk Bisa Jadi Pengusaha Sukses

Kompas.com - 11/04/2019, 18:00 WIB
Ketua Umum Partai Berkaya, Hutomo Mandala Putra, menghadiri acara Berkaya Ekspo di GOR Satria, Purwokerto, Jateng, Jumat (22/3/2019).KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR Ketua Umum Partai Berkaya, Hutomo Mandala Putra, menghadiri acara Berkaya Ekspo di GOR Satria, Purwokerto, Jateng, Jumat (22/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Hutomo Mandala Putra atau yang lebih dikenal sebagai Tommy Soeharto merupakan salah satu pengusaha sukses di Indonesia.

Putra bungsu Presiden ke-II RI Soeharto ini memiliki bisnis properti, otomotif hingga bisnis ritel.

Menurut Tommy, jika ingin sukses seperti dirinya, para generasi muda harus terus bersemangat dalam berkarya.

"Tips utamanya harus selalu semangat dan harus berkarya. Berkarya itu bukan hanya bekerja, bekarya yang bisa menghasilkan nilai tambah," ujar Tommy di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Baca juga: Akan Bangun Goro di Seluruh Indonesia, Tommy Soeharto Ingin Bina UMKM

Tommy menambahkan, para generasi muda harus selalu optimis dengan bisnis yang digelutinya. Sebab, itu merupakan salah satu kunci untuk meraih kesuksesan.

"Kita harus berpikirnya ke situ, kalau sudah berpikiran pesimis, udah kecewa, mengeluh, kebanyakan komplain, jangan harap orang bisa maju ," kata Tommy.

Selain itu, pimpinan Partai Berkarya ini juga menitikberatkan masalah kejujuran dalam berbisnis. Menurut dia, kejujuran merupakan kunci untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain.

"Karena kepercayaan, kejujuran. Itu juga hal yang harus diutamakan. Kalau bisnis udah enggak bisa dipercaya, enggak jujur, jangan harap bisa sukses," ucap dia.

Baca juga: Resmikan Goro, Tommy Soeharto Ingin Putus Rantai Panjang Produsen ke Konsumen

Mengenai masalah modal, lanjut Tommy, itu bukan merupakan sebuah rintangan yang berarti bagi pebisnis. Sebab, jika ada kemauan, pasti bisa mendapatkan pinjaman modal.

"Kalau modal bisa dicarilah. Coba lihat konglomerat yang ada sekarang, itu kan dulunya orangtuanya modal celana kolor juga, tapi bisa jadi konglomerat," ujar dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X