Siapapun Jawara Pilpres 2019, Pasar Cenderung Positif

Kompas.com - 12/04/2019, 05:12 WIB
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan saat mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019). Debat itu mengangkat tema Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan, serta Hubungan Internasional. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak ACapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan saat mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019). Debat itu mengangkat tema Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan, serta Hubungan Internasional. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaku pasar cenderung optimistis momentum pemilihan presiden 2019 ( pilpres) tidak akan memberikan guncangan besar bagi pasar keuangan.

Bahkan, berkaca dari kondisi saat ini, pasar keuangan masih akan bergerak kondusif baik sebelum maupun pasca pemilu pertengahan April nanti.

"Selama empat tahun Pilpres, justru selalu terjadi kenaikan signifikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)," kata analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono kepada Kontan, Kamis (11/4/2019).

Baca juga: Jokowi vs Prabowo, Pilpres 2019, dan Defisit Neraca Perdagangan

Bahkan, pilpres dianggapnya sebagai momentum bagi banyak aset untuk mulai rebound, seperti halnya saham, obligasi, nilai tukar rupiah dan lainnya. Hanya saja, yang membedakan saat ini dibandingkan Pilpres sebelumnya yakni sifat dan risiko aset.

Begitu juga konteksnya dengan minat investor, baik sebagai hedging, pelengkap, alternative atau speculative.

"Pasca pilpres, apalagi jika Jokowi menang, pertumbuhan kinerja emiten konstruksi tahun ini diyakini akan berakselerasi pasca pemilu, seiring dengan menggeliatnya proyek infrastruktur," ungkapnya.

Baca juga: Core Indonesia: Isu Ekonomi Selalu Dibahas Parsial dalam Debat Pilpres

Sedangkan untuk prospek investasi di aset komoditas, menurut Wahyu tidak akan terpengaruh secara signifikan oleh sentimen Pilpres. Hal ini lantaran, prospek komoditas cenderung bergantung pada kondisi fundamental, supply dan demand, serta faktor global.

Direktur Utama Avrist Asset Management Hanif Mantiq menilai sekarang waktu yang tepat untuk mengambil peluang di tengah kondisi market yang terkoreksi. Pilihannya, jatuh pada reksadana saham atau reksadana pendapatan tetap pemerintah, dengan tenor untuk jangka panjang.

"Sepertinya baik Paslon Nomor 1 maupun Paslon Nomor 2 akan direspon positif oleh pasar. Ini karena, keduanya termasuk pro pasar dan punya latar belakang sebagai pengusaha," ujar Hanif kepada Kontan.

Baca juga: Ada Pemilu, Investasi Asuransi Jiwa Diproyeksi Naik

Untuk itu, Hanif optimistis siapapun pemenang Pilpres 2019 tidak akan menimbulkan gejolak di pasar. Adapun saham yang menarik untuk dilirik saat ini, menurutnya perbankan dan konsumsi.

Sedangkan untuk reksadana pendapatan tetap bisa dilirik untuk tenor 10 tahun. (Intan Nirmala Sari)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Siapapun jawara Pilpres 2019, pasar cenderung positif

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Sumber
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X