Tiga Kesalahan yang Kerap Dilakukan Saat Negoisasi Gaji

Kompas.com - 12/04/2019, 07:36 WIB
ilustrasi gaji Thinkstockphotos.comilustrasi gaji

Negosiasi gaji merupakan hal yang normal dan kerap diharapkan para karyawan. Atasan Anda mungkin diam-diam berharap Anda tidak mundur, mereka juga tidak akan tersinggung ketika Anda melakukannya.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Naik Gaji

Apa yang harus dilakukan adalah alih-alih cepat menyerah, nyatakan kembali kenaikan yang diingunkan dan dapatkan dukungan mereka. Misalnya, "Saya mengerti bahwa hambatan dalam anggaran pasti sulit. Namun, jumlah jam dan upaya yang saya lakukan untuk perusahaan jauh melampaui ekspektasi dan kinerja standar, bukan begitu?"


3. Tidak mematok kenaikan yang cukup tinggi

Terakhir, ketika membahas gaji, wajar jika khawatir bahwa permintaan kenaikan gaji yang Anda ajukan terlalu tinggi dan bisa menyinggung pihak lain, merasa terancam kehilangan posisi, atau dianggap terlalu serakah.

Namun, Anda tidak boleh menurunkan ekspektasi agar terlihat menjadi lebih menyenangkan bagi orang lain.

Jika hal tersebut terjadi, ada baiknya tetap fokus dengan apa yang sudah Anda buat untuk perusahaan dan tetap meminta kenaikan gaji lebih tinggi daripada yang ditawarkan perusahaan.

Baca juga: Tiga Hal yang Wajib Ditanyakan Saat Permintaan Naik Gaji Ditolak

Lakukan riset dan jelaskan rentang gaji yang adil dan masuk akal. Selanjutnya, dibanding menurunkan standar Anda agar menjadi lebih menyenangkan, mulailah kemukakan kenaikan gaji yang Anda inginkan mulai dari yang paling tinggi.

Misalnya, jika kenaikan gaji sebesar 3 sampai 8 persen menutu Anda masuk akal, jangan turunkan harapan Anda ke 5 persen agar terlihat lebih aman. Lebih baik, Anda katakan hal ini kepada atasan, “Saya benar-benar berharap bahwa dengan hasil yang saya hasilkan dalam satu tahun terakhir, saya akan mendapatkan setidaknya kenaikan 8 persen. Apakah Anda pikir itu sesuatu yang bisa kita upayakan?"

Perkataan tersebut terlihat cukup menarik, dengan mematok angka kenaikan yang tinggi membuat psikologis atasan Anda merasa telah mencapai kesepakatan.

 

Baca juga: Tak Bisa Menabung Gara-gara Gaji Kecil? Pahami Faktor Utama Ini

Biarkan mereka merasakan kesenangan manis dari sebuah transaksi, sementara Anda membiarkan diri Anda sendiri mendapatkan hadiah manis dari gaji yang lebih tinggi.

Ingat, negoisasi bukan merupakan hal yang sukit dan menakutkan. Hanya diri sendiri yang mengetahui kesejahteraan finansial Anda.

Situasi canggung dan tidak nyaman ini hanya akan berlangsung beberapa menit, setelah itu Anda dapat menghasilkan pundi-pundi uang yang lebih besar masuk ke rekening bank Anda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.