Di Negara Maju, Makin Sedikit Milenial yang Termasuk Kelas Menengah

Kompas.com - 12/04/2019, 10:31 WIB
Ilustrasi ThinsktockIlustrasi

NEW YORK, KOMPAS.com - Tak hanya keluarga kelas menengah Amerika Serikat saja yang belakangan harus mengalami hari-hari sulit.

Pasalnya, hampir di seluruh negara maju di dunia, jumlah rumah tangga yang termasuk dalam kategori kelas menengah terus berkurang.

Berdasarkan hasil studi terbaru dari Organisation for Economic Cooperation and Development dengan tajuk 'Under Pressure: The Squezed Middle Class' yang dikutip dari CNN, Jumat (12/4/2019), terdapat beberapa masalah yang membuat millenial menjadi sulit untuk masuk dalam kategori kelas menengah.

Jumlah kelas menengah yang terus merosot ini dikhawatirkan akan menimbulkan dampak serius terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya.

Baca juga: 5 Penyebab Orang Kelas Menengah Sulit Naik Jadi Kelas Atas

Mereka yang masuk dalam kategori kelas menengah sendiri adalah mereka yang bisa menghasilkan sekitar 75 persen hingga 200 persen dari nilai tengah (median) pendapatan nasional.

" Kelas menengah semakin terlihat seperti perahu di perairan yang berbatu. Pemerintah harus mendengarkan kekhawatiran masyarakat serta melindungi dan memerbaiki standar kehidupan para kelas menengah ini," ujar Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurria.

Jika dibandingan dengan generasi-generasi sebelumnya, jumlah milenial (yang lahir di tahun 1983-2002) yang masuk dalam kategori kelas menengah lebih kecil.

Sebanyak 68,4 persen dari generasi Baby Boomers menjadi kalangan kelas menengah ketika mereka berada di usia 20 tahunan, adapun generasi X ( yang lahir di tahun 1965-1982) sebesar 63,7 persen sementara milenial hanya 60,3 persen.

Baca juga: Survei: Generasi Milenial Lebih Boros Ketimbang Generasi Lain

Generasi baby boomers juga menikmati pekerjaan yang lebih stabil selama kehidupan kerja mereka dibandingkan dengan generasi yang lebih muda. Pasalnya, terjadi peningkatan job insecurities atau kecemasan akan stabilitas pekerjaan seiring dengan transformasi yang harus dihadapi di pasar tenaga kerja.

Satu dari enam pekerjaan kelas menengah saat ini harus dihadapkan pada otomatisasi.

Porsi kelas menengah di negara maju dibandingkan dengan keseluruhan populasi penduduk pun kian turun, dari 64 persen pada pertengahan 1980-an kini menjadi 61 persen di pertengahan 2010. Penurunan pun terjadi cukup besar di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Israel, Jerman, Kanada, Finlandia dan Swedia.

Di Amerika Serikat, bahkan hanya 50 persen populasinya yang masuk dalam kategori kelas menengah, jauh lebih rendah dibanding kebanyakan negara maju lainnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X