Pesan Sri Mulyani untuk Presiden Bank Dunia yang Baru

Kompas.com - 12/04/2019, 21:02 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/3/2019). Menkeu melaporkan realisasi APBN 2019 hingga Februari 2019 tercatat Rp54,61 triliun atau 0,34 persen terhadap PDB. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/nz WAHYU PUTRO AMenteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/3/2019). Menkeu melaporkan realisasi APBN 2019 hingga Februari 2019 tercatat Rp54,61 triliun atau 0,34 persen terhadap PDB. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/nz

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan 3 pesan kepada David Malpass, Presiden Bank Dunia yang baru terpilih.

Hal itu disampaikan saat menjadi salah satu pembicara dalam semin rangkaian Spring Meetings International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia di Washington DC.

Pertama Menkeu menilai David Malpass perlu meng-update pengetahuannya tentang Bank Dunia. Sebab sejak kepemimpinan Robert Zoellick, Bank Dunia telah banyak berubah.

“Beliau telah terlibat dalam kenaikan modal Bank Dunia pada tahun 1980 dan pengetahuannya harus ditingkatkan," kata Sri Mulyani dalam siaran pers, Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Baca juga: Lagi, Sri Mulyani Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik

"Bank Dunia telah banyak berubah dalam proses bisnis dan berbagai hal,” sambung dia.

Kedua, Sri Mulyani berharap Malpass memiliki perhatian pada isu spesifik. Misalnya menyelesaikan isu atau program negara kecil, negara miskin, fragile, dan negara kepulauan.

Menurut Sri Mulyani, Presiden Bank Dunia sebelumnya memiliki perhatian terhadap isu tersebut. Ia berharap hal itu dilanjutkan Malpass.

Ketiga, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berpesan agar Malpass punya perhatian ke persoalan ketimpangan atau ketidaksetaraan.

Menurut Sri Mulyani, hal itu perlu diputuskan karena akan membawa pengaruh besar, bukan hanya kepada staf Bank Dunia tetapi juga kepada seluruh pemangku kepentingan.

Baca juga: Presiden Bank Dunia Sebut China Sebabkan Utang Dunia Terlalu Banyak

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X