CEK FAKTA: Sandiaga Sebut Defisit Neraca Perdagangan RI-China 18 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 13/04/2019, 23:29 WIB
Pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Debat kelima tersebut mengangkat tema Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi serta Perdagangan dan Industri.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Debat kelima tersebut mengangkat tema Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi serta Perdagangan dan Industri.

KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, menyatakan bahwa neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit. Bahkan, defisit neraca perdagangan sangat terlihat dalam neraca dagang Indonesia dengan China.

"Sekarang kita defisit neraca perdagangan minus 8 miliar dollar (AS), dengan RRC kita minus 18 miliar dollar (AS)," kata Sandiaga dalam debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Lantas, benarkah pernyataan ini?

Defisit neraca perdagangan berarti nilai impor suatu negara lebih banyak dibandingkan nilai ekspor negara tersebut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), defisit neraca perdagangan RI sepanjang 2018 mencapai 8,57 miliar dollar AS.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto, defisit pada 2018 lebih banyak disebabkan oleh defisit migas yang mencapai 12,4 miliar dollar AS.

"Sementara itu untuk nonmigas, kita masih surplus 3,84 miliar dollar AS," kata Suhariyanto pada 15 Januari 2019.

Baca juga: Rekor Terburuk, Defisit Perdagangan RI 8,57 Miliar Dollar AS di 2018

Sebelumnya, pada 2017 neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus 11,84 miliar dollar AS.

Pada Januari 2019, data BPS menunjukkan defisit neraca perdagangan Indonesia sebesar 1,16 miliar dollar AS.

Baca juga: Januari 2019, Neraca Perdagangan RI Defisit 1,16 Miliar Dollar AS

Secara detail, data BPS memperlihatkan bahwa nilai ekspor pada Januari 2019 sebesar 13,87 miliar dollar AS, terdiri dari nonmigas sebesar 12,63 miliar dollar AS dan ekspor migas sebesar 1,23 miliar dollar AS.

Sedangkan, nilai impor pada Januari 2019 sebesar 15,03 miliar dollar AS, terdiri dari impor nonmigas sebesar 13,34 miliar dollar AS dan migas sebesar 1,69 miliar dollar AS.

Berikut data dari BPS mengenai ekspor dan impor Indonesia pada Januari 2019: Ekspor dan impor Indonesia bulan Januari 2019.

Neraca dagang dengan China

Data statistik Kementerian Perdagangan menunjukkan neraca perdanganan Indonesia dengan negara mitra dagang China pada akhir Desember 2018 defisit 18,41 miliar dollar AS.

Defisit itu terjadi saat nilai ekspor mencapai 27,13 miliar dollar AS, sementara nilai impor mencapai 45,54 miliar dollar AS.

Pada 2017, nilai neraca perdagangan Indonesia dengan RRC defisit sebesar 12,68 miliar dollar AS, dengan rincian nilai ekspor sebesar 23,08 miliar dollar AS dan nilai impor sebesar 35,77 miliar dollar AS.

Berikut tautan data Kementerian Perdagangan terkait neraca perdagangan Indonesia dengan China: Neraca perdagangan Indonesia dengan China.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Cek Fakta Debat V Pilpres 2019 Mengenai Neraca Perdagangan



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X