Cerita Tasya Kamila, Investasi Reksa Dana untuk Masa Depan Anak

Kompas.com - 14/04/2019, 10:17 WIB
Tasya Kamila ditemui sesudah menghadiri sebuah acara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2018). KOMPAS.com/IRA GITATasya Kamila ditemui sesudah menghadiri sebuah acara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2018).

KOMPAS.com - Shafa Tasya Kamila sudah mengetahui reksa dana sejak dirinya masih berseragam putih abu-abu alias SMA. Kedua orangtuanya lah yang mengenalkan instrumen investasi itu.

Tetapi, aktris, penyanyi, sekaligus presenter ini baru mengenal betul seluk beluk reksadana kala duduk di bangku kuliah, persisnya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI).

“Saya diajari juga tentang pasar modal termasuk reksa dana. Dari situ saya dapat ilmunya,” katanya.

Lantaran sudah paham, Tasya mengoleksi reksa dana untuk berbagai tujuan investasi. Terutama, untuk kebutuhan masa depan seperti biaya pendidikan anak-anaknya.

Baca juga: Ini Daftar Reksa Dana dengan Return Terbesar Setahun Terakhir

Perempuan kelahiran Jakarta, 22 November 1992, ini punya beberapa produk reksa dana yang dia sesuaikan dengan tujuan investasinya. Tanpa menyebut secara perinci, ia memiliki tujuan investasi jangka pendek dan panjang.

Jangka pendek, misalnya, untuk liburan. “Kalau yang jangka panjang, contohnya, untuk pendidikan anak, hari tua,” imbuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dan, sebagai kaum milenial, Tasya berharap, generasi muda juga melek investasi di pasar modal. Reksa dana  cocok bagi investor pemula. Sebab, pengelolaan uang sepenuhnya ada di tangan manajer investasi.

Dia memilih reksa dana juga lantaran tidak punya waktu untuk sering-sering memantau perkembangan investasinya seperti saham.

“Punya reksa dana dan enaknya investasi ini, tuh, aku enggak mikirin segalanya karena sudah diurus oleh manajer investasi,” sebut pemilik gelar Master of Public Administration dari Columbia University, New York, Amerika Serikat (AS), ini.

Baca juga: Mengenal Cara Kerja Reksa Dana Dollar di Indonesia

Meski begitu, Tasya mengingatkan, berinvestasi di reksa dana juga ada risikonya. Sama dengan investasi lain di pasar modal yang juga mempunyai risikonya, yakni harga yang naik dan turun. Tapi, investor tidak perlu kaget apalagi khawatir melihat harga reksa dana sedang turun.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.