Beban Listrik Jawa-Bali akan Turun Saat Hari Pencoblosan, Ini Perkiraannya...

Kompas.com - 14/04/2019, 16:16 WIB
Ilustrasi listrikShutterstock Ilustrasi listrik

JAKARTA, KOMPAS com - PLN memperkirakan beban listrik akan mengalami penurunan pada hari pencoblosan Pemilu, 17 April 2019 mendatang.

Di sistem Jawa-Bali, penurunan beban listrik diperkarakan sekitar 5.000 MW. Begitu kata Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero) Amir Rosidin.

“Pada saat acara, tanggal 17 April nanti, beban puncak siang rata-rata 15.000 MW, rata-rata (hari biasa) sekitar 20.000 MW, jadi turun sekitar 5.000 MW," kata dia seperti dikutip dari laman Sekretatis Kabinet, Jakarta, Minggu (14/4/2019).

"Beban puncak malam 22.000 MW dan rata-rata (hari biasa) 26.000-27.000 MW, jadi turun sekitar 5.000 MW. Jadi secara sistem kita cukup,” sambung Amir.

Baca juga: Jelang Pemilu 2019, Cadangan Listrik 4 Daerah Ini di Bawah 30 Persen

Penurunan beban listrik tersebut karena industri yang mengkonsumsi tenaga listrik yang sangat besar dan perkantoran berhenti beroperasi. Seperti diketahui, pemerintah memutuskan 17 April 2019 menjadi hari libur nasional.

PLN memastikan, pasokan tenaga listrik selama H-7 sampai H+7 pemungutan suara pada Sistem Kelistrikan Jawa-Bali berada pada kondisi cukup.

Sebelumnya, PLN menetapkan Periode Siaga Pemilu Presiden dan Legislatif Tahun 2019 tanggal 17 Maret s.d 24 April 2019. Hal ini dilakukan agar pasokan listrik tetap andal dan aman.

Pada periode tersebut, PLN meningkatkan kesiagaan menjaga keandalan dan kualitas pasokan listrik pada semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) supaya berjalan Normal.

PLN juga menyiapkan kecukupan pasokan daya dan cadangan sistem, serta menyiapkan pembangkit dan transmisi agar pasokan listrik selama periode Pemilu tetap terpenuhi.




Close Ads X