KILAS

Berkat Alsintan, Petani Bisa Nikmati Transformasi Pertanian Modern

Kompas.com - 15/04/2019, 08:55 WIB
Petani Desa Mayang, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur mengawasi para mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Malang yang sedang menanam bibit padi, Rabu (23/5/2018). Alat mesin pertanian (Alsintan) yang digunakan para mahasiswa merupakan bantuan Kementerian Pertanian.KOMPAS.com/ KURNIASIH BUDI Petani Desa Mayang, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur mengawasi para mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Malang yang sedang menanam bibit padi, Rabu (23/5/2018). Alat mesin pertanian (Alsintan) yang digunakan para mahasiswa merupakan bantuan Kementerian Pertanian.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perlahan tapi pasti petani di Tanah Air bergantian merasakan manfaat transformasi pertanian tradisional ke pertanian moderen yang didorong pemerintah. Kementerian Pertanian merealisasikan upaya itu salah satunya dengan mendistribusikan ribuan alat mesin pertanian ( alsintan) ke sejumlah daerah.

Para petani di Sukoharjo, Jawa Tengah, misalnya, mengaku sangat terbantu dengan bantuan alsintan yang disalurkan Kementan. Hal itu diungkapkan petani setempat, Karjono, yang semua mesin sudah beroperasi dan digunakan oleh petani setiap hari.

"Tentu saja sangat bermanfaat, terutama dalam peningkatan produksi. Kami ucapkan terima kasih atas bantuan pemerintah," kata Karjono, Minggu (14/4/2019).

Karjono menuturkan, ada 5 desa yang menggunakan alsintan bantuan Kementan. Kelima Desa itu antara lain Wareng dan Galangan. Para petani dari kelima desa tersebut sama-sama memiliki hak dalam menggunakan mesin.

"Terus terang, ini sangat bermanfaat sekali bagi kami yang sehari-hari bertani. Selama ini kami tak pernah mendapat perhatian sebesar ini dari pemerintah sehingga sangat senang dan bersyukur," ujarnya.

Karjono membandingkan hasil produksi beras sebelum menggunakan alsintan hanya sekitar 7 ton per hektar.

"Sedangkan hasil produksi setelah menggunakan alat bantu mencapai 9 ton, bahkan lebih. Tapi, peningkatan ini tak lepas dari kerja keras semua pihak, terutama para petani sekitar," kata Karjono.

Hal senada juga diungkapkan petani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Di sana produksi gabah per hektare mencapai 10 ton dengan kualitas padi sangat baik. Angka ini meningkat tajam dibandingkan dengan produksi sebelum menggunakan alsintan.

"Sangat membantu, karena mesin bantuan ini mempercepat kami dalam memproduksi padi, apalagi kami juga diberi bantuan mesin tanam yang cocok dengan persawahan di Tuban," kata Ulfa Mei Sayekti, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pertanian Kabupaten Tuban.

Sementara itu, Direktur Alat Mesin Pertanian Kementerian Pertanian, Andi Nur Alamsyah menjelaskan selama 2014 bantuan yang dikeluarkan pemerintah untuk alsintan mencapai Rp520,18 miliar dengan volume unit sebanyak 12.501.

"Untuk 2015 total anggaran yang dikeluarkan Rp 1,98 triliun dengan volume unit mencapai 56,785," kata Andi.

Adapun total anggaran yang digelontorkan pada 2016 mencapai 2,96 triliun dengan volume unit mencapai 148,804. Selanjutnya, anggaran 2017 mencapai Rp 2,83 triliun dengan volume unit mencapai 84,381.

"Sedangkan anggaran pada 2018 mencapai 3,4 triliun dengan volume unit mencapai 126,942," katanya.

Andi menambahkan, seluruh bantuan yang tersalurkan merupakan bentuk keseriusan Kementan dalam mendorong peningkatan jumlah produksi. Selain itu, alsintan juga diharapkan menjadi jalan bagi anak muda agar mau turun langsung ke sektor pertanian.

"Dengan teknologi, ini kita harapkan generasi milenial mau bercocok tanam, peduli dengan nasib petani dan siap meningkatkan produksi pangan kita," tukasnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLatief
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X