Kesenjangan Indeks Pembangunan Manusia Antar-Daerah Tinggi

Kompas.com - 15/04/2019, 18:31 WIB
Kepala BPS Suhariyanto di kantor BPS, Jakarta, Rabu (6/2/2019)Kompas.com/YOGA SUKMANA Kepala BPS Suhariyanto di kantor BPS, Jakarta, Rabu (6/2/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik ( BPS) melaporkan adanya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia ( IPM) Indonesia menjadi 71,39 di 2018. Angka tersebut meningkat 0,58 poin atau setara dengan 0,82 persen dibandingkan 2017 lalu.

Meskipun ada peningkatan, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan disparitas atau kesenjangan IPM antar kabupaten/kota masih tinggi. Kota dengan IPM tertitnggi saat ini dipegang oleh Yogyakarta dengan IPM sebesar 66,1, sementara di Kabupaten Nduga, Papua hanya 29,4.

"Jadi bisa dibayangkan keadaan pendidikan dan kesehatan di sana (Kabupaten Nduga), dan kembali lagi kuncinya kepada infrastruktur," ujar Suhariyanto di Jakartam Senin (15/4/2019).

Sementara dari segi Provinsi, DKI Jakarta menduduki posisi sebagai provinsi dengan IPM tertinggi, yaitu sebesar 80,47 sementara Papua menduduki posisi Provinisi dengan IPM terendah yaitu 60,06.

"Tapi berita yang menggembirakan bahwa pada 2018 ini Provinsi Papua IPMnya sudah masuk kategori sedang. Tahun lalu nilai IPM Papua masih sebesar 59,09, masih di kategori sedang," jelas Suhariyanto.

Untuk bisa mencapai pemerataan IPM di setiap daerah, Suhariyanto mengatakan berbagai program pembangunan ekonomi yang diluncurkan oleh pemerintah harus berkualitas dan berlandaskan nilai-nilai sosial yang inklusif.

"Kita harus memberikan kesempatan kepada masyarakat kecil untuk bisa mengecap pendidikan serta kesehatan sehingga membuat disparitasnya juga mengecil," ujar dia.




Close Ads X