Rusdi Kirana: Boeing Anggap Saya seperti Celengan

Kompas.com - 16/04/2019, 12:37 WIB
Pendiri maskapai penerbangan Lion Air, Rusdi Kirana, usai menemui korban pesawat jatuh di Hotel Ibis Cawang, Selasa (30/10/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Pendiri maskapai penerbangan Lion Air, Rusdi Kirana, usai menemui korban pesawat jatuh di Hotel Ibis Cawang, Selasa (30/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemilik maskapai Lion Air, Rusdi Kirana, mengecam tindakan yang dilakukan Boeing terkait kecelakaan pesawat JT 610 pada Oktober 2018. Bahkan, Rusdi menilai Boeing memperlakukan dirinya seperti celengan.

Hal itu disampaikan Rusdi terkait respons Boeing yang dinilainya berbeda terhadap kecelakaan yang dialami 737 MAX 8 milik Lion Air dengan Ethiopian Airlines.

Padahal, Lion Air telah menggelontorkan puluhan miliar dollar AS untuk membeli pesawat asal pabrikan negeri Paman Sam itu.

“Mereka (Boeing) memandang rendah maskapai saya dan negara saya meski kami memperlakukan mereka dengan baik. Mereka juga memandang rendah saya hanya sebagai celengan mereka,” ujar Kirana seperti dikutip dari Reuters, Selasa (16/4/2019).

Baca juga: Boeing Tak Dapat Satu Pun Pesanan Pesawat 737 MAX

Pada Desember 2018, Lion Air mengancam untuk menghentikan pesanan tersebut. Namun, tidak ada informasi lebih lanjut terkait hal tersebut. 

Rusdi menilai Boeing tidak konsisten dalam tanggapannya itu terhadap dua kecelakaan yang menimpa Boeing 737 MAX.

"(Mereka) menyalahkan yang pertama dan meminta maaf setelah yang kedua," katanya.

Seperti diberitakan dalam kecelakaan Lion Air JT610, Boeing mengeluarkan pernyataan yang berisi tiga hal terkait tindakan pilot saat kecelakaan berlangsung. Selain itu, mereka juga membahas mengenai pemeliharaan pesawat, yang sebelumnya tidak pernah disebutkan dalam laporan awal. 

Sementara saat kecelakaan Ethiopian Airlines, Boeing mengeluarkan pernyataan minta maaf dan mengatakan sedang meninjau perangkat lunak anti-stall yang dicurigai memicu kecelakaan tersebut. Hal itu dilakukan Boeing seiring dengan tekanan dari banyak negara yang memutuskan untuk menarik pesawat dari perusahaan produsen tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Eksekutif Boeing Dennis Muilenburg menyampaikan permintaan maaf terkait kecelakaan yang menimpa JT 610 pada Oktober 2018.

“Kami berbelasungkawa atas hilangnya Lion Air penerbangan 610. Kami mohon maaf atas nyawa yang hilang dan sangat menyesalkan dampak yang menghancurkan keluarga, teman, dan kolega penumpang dan kru,” katanya.

“Rusdi Kirana telah menjadi pemimpin dan pelopor dalam penerbangan Asia. (Lion Air) tetap menjadi mitra yang sangat dihargai bagi Boeing,” kata Muilenburg.

Baca juga: Rusdi Kirana Siapkan Dokumen Pembatalan Pesanan Pesawat Boeing



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X