Hasil Pemilu Akan Pengaruhi Investasi? Ini Penjelasan Sri Mulyani

Kompas.com - 17/04/2019, 20:19 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani menunjukkan jari telunjuk tangan kanannya yang telah dibasahi tinta tanda usai memberikan suaranya di TPS 77, Jalan Mandar, Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan.KOMPAS/BENEDIKTUS KRISNA YOGATAMA Menteri Keuangan Sri Mulyani menunjukkan jari telunjuk tangan kanannya yang telah dibasahi tinta tanda usai memberikan suaranya di TPS 77, Jalan Mandar, Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Indonesia menyelenggarakan Pemilihan Umum ( Pemilu) 2019 secara serentak hari ini, Rabu (17/4/2019).

Pada Pemilihan Presiden (Pilres) kali ini, ada dua pasangan calon (paslon) yang bertarung, yakni paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jika sudah diketahui pemenangnya, apakah berdampak pada investasi di dalam negeri?

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, mengatakan, dirinya belum bisa memperkirakan apa dampak pada hasil Pilpres 2019 nanti terhadap sektor investasi. Namun, ia meminta semua pihak sabar menanti keputusan final paslon terpilih.

Baca juga: Usai Pemilu, Pelaku Ritel Optimistis Penjualan Bisa Lebih Kencang

"Kita lihat dulu lah, siapa yang terpilih dan kemudian nanti kita lihat (dampaknya)," kata Sri Mulyani kepada wartawan di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Rabu (17/4/2019).

Menurut Sri Mulyani, apapun hasil Pilpres nanti semua pihak harus menerima dan menghormatinya. Sehingga, rangkaian proses pemilihan kepala pemerintahan tahun ini bisa berjalan dengan baik dan damai.

"Kita tentu berharap sesudah Pemilu orang (pemenang Pilpres) akan fokus bagaimana pemerintahan terpilih nanti menjalankan program-programnya. Jadi itu biasa yang menimbulkan confidence," tuturnya.

Baca juga: BI Yakin Aliran Modal Asing Akan Deras Masuk ke Indonesia Usai Pemilu

Dia menuturkan, jika presiden dan wakil presiden terpilih bisa mewujudkan programnya, maka akan mendapat kepercayaan dari rakyat. Ini bisa dilakukan lewat berbagai kebijakan-kebijakan yang fokusnya menangani masalah struktural di Indonesia.

"Produktivitas pendidikan, daya kompetisi Indonesia, pada masa-masa sekarang industri 4.0 sudah jalan di mana-mana," ujarnya.

"Kita juga juga mendorong, berharap isu yang selama ini konsen dari masayarakat kita, mengenai tata kelola, transparansi, korupsi. Ini semuanya penting karena masyarakat membutuhkan confindence," lanjut Sri Mulyani.

Baca juga: Pasca Pemilu 2019, Menko Darmin Yakin Investasi Kian Menggeliat

Ia menambahkan, kepercayaan tersebut juga baik untuk investasi. Sebab, dunia usaha dan bisnis mengharapkan kebijakan yang mendukung penuh fundamental ekonomi Indonesia.

"Respon terhadap masalah fundamental di dalam negerinya, tapi dia juga antisipastif terhadap situasi globalnya. Kombinasi antar keduanya, dalam negeri sendiri hal-hal fundamental seperti apa yang harus diperbaiki infrastruktur, SDM, tata kelola birokrasi, dan juga dari sisi antisipasi global," paparnya.

"Seperti saya sampaikan, kondisi ekonomi global sudah akan mengalami pelemahan," tandasnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X