Pengamat Nilai "Jokowi Effect" terhadap Rupiah Hanya Sementara

Kompas.com - 18/04/2019, 15:00 WIB
Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo didampingi sejumlah pimpinan Parpol pendukung saat memberikan keterangan terkait Pilpres 2019 di Jakarta, Rabu (17/4/2019). Pasangan Jokowi-Maruf Amin menyatakan akan menunggu hasil resmi dari KPU meskipun sejumlah lembaga survei memenangkan mereka dalam hitung cepat. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGCalon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo didampingi sejumlah pimpinan Parpol pendukung saat memberikan keterangan terkait Pilpres 2019 di Jakarta, Rabu (17/4/2019). Pasangan Jokowi-Maruf Amin menyatakan akan menunggu hasil resmi dari KPU meskipun sejumlah lembaga survei memenangkan mereka dalam hitung cepat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun sempat dibuka menguat signifikan bahkan sempat meninggalkan level Rp 14.000 menjadi Rp 13.995 per dollar AS pada perdagangan hari ini, namun ekonom menilai dampak kemenangan pasangan calon presiden Joko Widodo - Ma'ruf Amin tidak akan bertahan lama.

Adapun saat ini, posisi rupiah di pasar spot Bloomberg diperdagangkan pada level Rp 14.037,5 per dollar AS.

Ekonom Centre of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, hasil kemenangan pada Pemilu 2109 yang masih berdasarkan pada quick count dan belum bersifat resmi membuat investor masih cenderung bersikap menunggu. Selain itu, pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno pun masih mengklaim kemenangan.

Baca juga: Pasca-Pemilu, Nilai Tukar Rupiah Nyaris Tinggalkan Level Rp 14.000

"Kemenangan ini masih berdasarkan quick count, belum resmi. Paslon nomor 02 bahkan malam ini masih mengklaim kemenangan. Jadi belum official dan ada kemungkinan berlanjut ke gugatan ke MK (Mahkamah Konsitusi). Jadi investor masih akan menunggu," ujar Piter kepada Kompas.com, Kamis (18/4/2019).

Piter mengatakan, jikalau hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin sebagai pemenang masih ada potensi gangguan lantaran pasangan Prabowo Sandiaga Uno tidak menerima hasil dari keputusan tersebut.

Di sisi lain, rupiah juga masih dipengaruhi oleh kondisi perekonomian global.

Baca juga: Jokowi Effect, IHSG dan Rupiah Diprediksi Terus Menguat Pasca Pemilu

Prospek pertumbuhan ekonomi dunia yang dilaporkan Dana Moneter Dunia (IMF) cenderung akan melambat tahun ini, serta keberlanjutan dari kebijakan bank sentral AS Federal Reserve juga ketegangan perang dagang Amerika Serikat dengan beberapa negara di dunia menjadi faktor penentu dari posisi rupiah terhadap dollar AS.

"Kalaupun nanti KPU menetapkan Jokowi pemenang dan Prabowo menerima, rupiah masih tetap dipengaruhi juga oleh kondisi global. Kalau globalnya tetap dovish rupiah dalam jangka menengah panjang berpotensi menguat," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X