JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei menunjukan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin unggul dari Prabowo-Sandiaga Uno pada Pemilu 2019.
Hasil ini disambut bahagia oleh para pengusaha yang bergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Begitu kata Ketua Apindo Haryadi Sukamdani.
"Happy, artinya sesuai dengan harapan kami," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Kamis (18/4/2019).
"Jadi preferensi pengusaha itu memang lebih kepada Pak Jokowi untuk dilanjutkan (pemerintahanya)," sambung dia.
Baca juga: Jokowi Effect, IHSG dan Rupiah Diprediksi Terus Menguat Pasca Pemilu
Hariyadi mengatakan, Apindo punya hubungan baik dengan Jokowi selama ini. Hal inilah menjadi salah satu faktor alasan para pengusaha di Apindo lebih condong ke Jokowi-Ma'ruf.
Selama jadi Presiden ungkap Hariyadi, Jokowi selalu membuka komunikasi dengan para pengusaha sehingga hubungan kedua pihak terus terjaga.
Selain itu, Apindo menilai akan sangat riskan bila terjadi pergantian presiden dan jajaran pemerintah secara drastis di tengah kondisi ekonomi global yang melambat.
"Kalau pengantin itu secara ekonomi kan ada masa transisi. Ini kan repot mas, ekonomi dunia ini lagi jelek gini, terus tiba-tiba ada pergantian," kata dia.
"Butuh waktu untuk melakukan transisi milih orang dan sebagainya dan belum tentu orang orang itu belum mampu kapabel. itu akan menjadi masalah. Jadi kalau kebanyakan ditanya pengusaha sih ya maunya lanjut," sambung dia.
Sebelumnya Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani mengungkapan, dunia usaha menyambut baik penyelengaraan Pemilu 2019.
"Kami di dunia usaha melihat ini adalah momentum yang baik untuk menjaga optimisme karena pemilu sudah berjalan dengan aman dan damai," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Kamis (18/4/2019).
Selain itu, Rosan juga optimistis investasi akan meningkat di semester kedua 2019. Hal ini tak lepas karena penyelengaraan Pemilu yang aman sehingga menumbuhkan kepercayaan pengusaha untuk berbisnis.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.