Pemerintah Jangan hanya Dengar Masukan "Pemain Besar" E-Commerce

Kompas.com - 18/04/2019, 16:55 WIB
Ketua umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Ignatius Untung memberikan keterangan terkait status penerapan Peraturan Menteri Keuangan nomor 210/PMK.010/2018 di Jakarta, Kamis (11/4/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Ketua umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Ignatius Untung memberikan keterangan terkait status penerapan Peraturan Menteri Keuangan nomor 210/PMK.010/2018 di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Indonesia e-commerce Association (idEA), Ignatius Untung meminta pemerintah tidak hanya menampung masukan dan saran dari perusahaan besar yang menjalankan bisnis di industri e-commerce. Walaupun, itu demi kebaikan ekosistem bisnis tersebut.

"Ada beberapa kali sempat berkomunikasi, pemerintah mengundanganya perusahaan bukan asosiasi," kata Untung kepada Kompas.com, Kamis (18/4/2019).

Menurut Untung, pemerintah selama ini terkesan memberi ruang lebih kepada pamain besar dalam industri e-commerce, dibandingkan pemain kecil, sedang, maupun yang sedang tumbuh.

"Padahal kalau ngomongin asosiasi, itu isinya ada 300 lebih perusahaan. Sementara kalau diundang perusahaan cuma yang besar-besar aja," tuturnya.

Baca juga: Pemerintah Harusnya Atur Transaksi di Medsos, Bukan Cabut Aturan Pajak E-Commerce

Dia berharap pemerintah juga melibatkan semua pelaku usaha e-commerce, termasuk yang masih kecil. 

"Kita tahu yang (perusahaan) besar itu secara pangsa pasar mewakili keseluruhan, tapi kalau yang besar cuma yang didengar, yang belum besar jangan-jangan enggak diuntungkan," ucapnya.

"Makanya, kalau mau ngomong ya ngomong sama asosiasi. Karena hampir semua yang (perusahaan) besar itu juga anggota asosiasi. Kenapa harus masing-masing player?" tambah dia.

Kendati demikian, Untung menilai pemerintah sudah berperan banyak untuk mendorong industri e-commerce kian maju. Hanya saja perlu pembenahan dan perbaikan ke depannya supaya lebih maksimal.

Ada beberapa masukan dan saran asosiasi yang kemudian diakomodasi dalam kebijakan yang diterbitkan pemerintah.

"Enggak semua tertampung, tapi cukup banyak yang ditampung," tandasnya.

Berdasarkan data terkini perusahaan yang tergabung menjadi anggota idEA sudah mencapai 347 pemain.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X