Pekan Depan, Rupiah Diprediksi Lanjutkan Penguatan Pasca Pemilu

Kompas.com - 19/04/2019, 10:35 WIB
ilustrasi rupiah thikstockphotosilustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Rupiah makin perkasa pasca pemilihan umum ( Pemilu). Berbagai sentimen eksternal dan internal menguji pergerakan mata uang Garuda. Pekan depan, penguatan rupiah diprediksi masih akan berlanjut.

Pekan ini sentimen eksternal paling terasa adalah notulesi The Fed dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang bernada dovish. Selain itu, rilis data ekspor China bulan Maret dilaporkan tumbuh 14,2 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (18/4/2019) rupiah ditutup di level Rp 14.045 per dollar Amerika Serikat (AS), menguat 0,28 persen dibanding Selasa (16/4/2019).

Dalam sepekan, rupiah menguat 0,53 persen bila dibandingkan dengan penutupan akhir pekan lalu di level Rp 14.120 per dollar AS. 

Baca juga: Pasca-Pemilu, Nilai Tukar Rupiah Nyaris Tinggalkan Level Rp 14.000

Di kurs tengah Bank Indonesia (BI) dalam sepekan mata uang Garuda menguat 0,95 persen di level Rp 14.016 pada Kamis.

Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan pencapaian rupiah hari ini karena disokong meredanya gejolak pemilihan presiden (pilpres) Indonesia yang telah berlangsung. Dengan hasil quick count yang langsung diumumkan membuat kekhawatiran pasar mereda dan memberikan kepastian ekonomi.

“Pilpres berjalan kondusif membuat pasar saham dan obligasi positif jadi rupiah terangkat,” kata Reny kepada Kontan.co.id, Kamis.

Baca juga: Jokowi Effect, IHSG dan Rupiah Diprediksi Terus Menguat Pasca Pemilu

Ia menambahkan rilis data neraca perdagangan Maret yang positif dan inflasi masih terkendali.

Namun dollar AS terpantau menguat hari ini yang biasanya malah membuat rupiah. Kata Reny dollar AS menguat bukan karena stimulus ekonomi negeri Paman Sam, melainkan melemahnya safe haven euro dan poundsterling sehingga dollar AS diunggulkan ketimbang dua rivalnya itu.

Pekan depan belum ada tanda-tanda rilis penting AS. Di samping itu, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI akan berlangsung yang sepertinya tidak akan mengubah suku bunga acuan, karena The Fed pun masih dovish. 

“Tidak ada alasan BI menaikkan suku bunga, selama The Fed masih main aman,” tutur Reny.

Untuk itu, Reny meramal pekan depan mata uang Garuda masih bisa melanjutkan eksistensi penguatan di rentang Rp 13.874-Rp 14.177 per dollar AS. (Yusuf Imam Santoso)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Rupiah ditutup menguat pekan ini, simak prediksinya pekan depan



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X