Tiga Pesan Ekonom untuk Presiden Terpilih

Kompas.com - 19/04/2019, 11:29 WIB
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Maruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bersiap mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Debat kelima tersebut mengangkat tema Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi serta Perdagangan dan Industri. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Maruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bersiap mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Debat kelima tersebut mengangkat tema Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi serta Perdagangan dan Industri.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Usai pemilu, banyak pesan dan harapan yang diutarakan kepada presiden terpilih meski hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru akan muncul sebulan kemudian.

Ekonom INDEF Bhima Yudistira Adhinegara menyebut tiga pesan untuk presiden, tidak peduli siapapun presiden yang terpilih nantinya.

"Saya cuma pesan 3 poin utama, semua yang menang jadi presiden saya enggak peduli karena tantangan ekonomi ke depan akan sama," ucap Bhima kepada Kompas.com, Jumat (19/4/2019).

Baca juga: Ini Harapan Pengusaha Kawasan Industri untuk Presiden Terpilih

Menurutnya, presiden terpilih harus fokus untuk mengembangkan industri yang bernilai tambah, memberdayakan petani yang menjadi tulang punggung ekonomi, dan mewujudkan sistem ekonomi digital yang merata di semua daerah.

"Pemberdayaan petani, ya. Karena masih ada 35 juta tenaga kerja yang hidup di sektor pertanian. Untuk mewujudkan ekonomi digital misalnya internet merata dan segala macam. Tiga itu saja fokusnya," ucap Bhima.

Menurut Bhima, pemerintah harus melakukan 3 fokus itu karena tantangan ekonomi ke depan semakin berat. Di samping perang dagang antara China-Amerika Serikat dan dampak Brexit, AS diprediksi akan menghadapi resesi pada tahun 2019-2020.

Baca juga: Harapan Menteri-Menteri Ekonomi kepada Presiden Terpilih

Di tahun yang sama, Presiden Donald Trump yang akan maju menjadi presiden untuk kedua kalinya di Negeri Paman Sam cukup memperparah kebangkitan ekonomi.

"Tahun 2020 AS ada pemilihan, jadi banyak investor yang lebih banyak menunda investasi. Kemudian sekarang isunya adalah isu resesi, dan diprediksi 2019 atau 2020 Amerika Serikat akan mengalami resesi dengan banyak indikator," kata Bhima.

Oleh karena itu, Bhima meminta pemerintah hendaknya fokus kepada tiga hal itu untuk meminimalisir tantangan global yang semakin berat, dinamis, dan sulit diprediksi sehingga Indonesia akan terus mampu membangkitkan ekonomi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X