Tarik Investor, Data Migas Indonesia akan Digratiskan

Kompas.com - 19/04/2019, 11:58 WIB
Ilustrasi migasSHUTTERSTOCK Ilustrasi migas

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menggratiskan data migas Indonesia untuk dapat diakses secara luas oleh investor.

Hal ini dilakukan oleh pemerintah untuk menarik investor minyak dan gas bumi berinvestasi di Indonesia.

Namun demikian, pemerintah menjamin tidak akan melepaskan kontrol negara atas data tersebut.

“Negara masih memiliki kewenangan penuh terhadap data migas tersebut,” ujar Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Baca juga: Ini Strategi Pemerintah untuk Genjot Produksi Migas Nasional

Nantinya ketentuan baru itu akan tercantum di dalam Peraturan Menteri ESDM yang rencananya di keluarkan pada Mei 2019 mendatang.

Arcandra mengtakan, Kementerian ESDM akan mengundang Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk mensosialisasikan kebijakan open data yang merupakan bagian dari program besar Big Data tersebut.

Skema anggota dan nonanggota diberlakukan untuk kebijakan data terbuka. Selain itu pemeriniah memastikan perlindungan data miliki KKKS yang berlaku empat tahun, enam tahun dan delapan tahun.

“Akses data terbatas bagi yang bukan member, dan bagi yang menjadi member Pemerintah akan memberikan akses data bukan hanya sebatas raw data seismik, namun termasuk juga untuk data olahan maupun data interpretasi,” kata Arcandra.

Baca juga: Indonesia di Posisi 25 Daya Saing Ketertarikan Investasi Migas

“Dahulu jika ingin mengakses data harus membayar terlebih dahulu, sekarang boleh mengakses tanpa membayar silahkan akses data untuk dianalisa nanti kalau sudah dapat baru bayar," sambung dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X