Unjuk Gigi di AS, Kopi Indonesia Bidik Transaksi 26,3 Juta Dollar AS

Kompas.com - 20/04/2019, 09:34 WIB
Ilustrasi kopi untuk bahan perawatan kulit voraornIlustrasi kopi untuk bahan perawatan kulit

JAKARTA, KOMPAS.com - Produk kopi khas dan premium atau yang disebut specialty asal Indonesia kembali tampil di pameran internasional Global Specialty Coffee Expo (GSCE) 2019. Pameran tersebut diadakan di Boston Convention and Exhibition Center, Boston, Massachusetts, AS.

Saat pameran berlangsung, Indonesia membukukan transaksi potensial sebesar 26,3 juta dollar AS. Nilai tersebut diprediksi akan terus bertambah, mengingat masih terdapat transaksi yang ditindaklanjuti.

Keikutsertaan Indonesia kali ini merupakan hasil kerja sama Kedutaan Besar RI di Washington DC melalui Atase Perdagangan dan Atase Pertanian dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC)  Chicago dan ITPC Los Angeles.

Atase Perdagangan Reza Pahlevi mengatakan, nilai transaksi pada pameran tahun ini menunjukkan kualitas kopi Indonesia sudah mendapatkan tempat bagi pencinta kopi dunia.

Baca juga: BI Dorong UMKM Kopi Indonesia Eksis di Kancah Internasional

"Selain itu, citra Indonesia juga harus terus dikembangkan, tidak hanya sebagai produsen dan eksportir biji kopi, namun juga nilai tambah dari kopi itu sendiri,” ujar Reza dalam keterangan tertulis, Jumat (19/4/2019).

Pameran GSCE merupakan tempat berkumpulnya pembeli kopi specialty di kawasan Amerika Utara dan menjadi acuan bagi tren kopi dunia. Pameran yang diikuti 515 peserta dari 41 negara ini dikunjungi lebih dari 14.000 pengunjung dan hampir setengahnya merupakan pembeli internasional.

Tahun sebelumnya, tercatat 79 persen pembeli yang datang merupakan pembeli yang memiliki otoritas pengambilan keputusan atau yang berwenang dalam memberikan rekomendasi pembelian di perusahaannya. Sehingga, pameran kopi ini menjadi sangat prospektif.

Baca juga: Ekspor Kopi Torabika ke Rusia Tembus 1.000 Kontainer

Pada pameran tahun ini, Paviliun Indonesia menghadirkan kopi specialty yang diusung Asosiasi Kopi Spesialti Indonesia (AKSI), CV Gayo Mandiri, PT Santiang Exports, PT Meukat Komuditi Gayo, PT Perkebunan Nusantara XII, PT Gayo Bedetak Nusantara, Upnormal Coffee Roasters, dan Tentera Coffee Roasters.

Selain dari AS, buyers yang bertransaksi di Paviliun Indonesia berasal dari Belanda, Rusia, China, Swiss, Peru, Paraguay, dan Kanada.

Indonesia juga diwakili peserta independen yaitu PT Sulotco Jaya Abadi (Kapal Api Group) yang menampilkan biji kopi hijau dan produk turunan kopi, serta Koperasi Arinagata dari Aceh yang terpilih menjadi salah satu duta perdagangan yang adil.

Sementara kopi yang ditampilkan antara lain Sumatera arabica gayo, Lintong, Solok Minang, Kerinci, West Java preanger, Toraja, Flores, Ciwidey, dan Bali.

 

Baca juga: Kopi Toraja Makin Mendunia, Pemerintah Bantu Petani Bibit Unggulnya

Paviliun Indonesia tidak hanya menampilkan biji kopi hijau, namun beberapa perusahaan juga mengusung merek-merek dengan berbagai varian olahan kopi seperti roasted whole bean, pour over coffee bags, dan single serve pods.

Diketahui, AS merupakan pangsa pasar yang atraktif bagi eksportir kopi dari seluruh dunia. Menurut laporan National Coffee Data Trends tahun 2019 yang dirilis National Coffee Association (NCA), kopi merupakan minuman yang paling digemari di AS dengan tren konsumen yang semakin memperhatikan aspek kesehatan dan keberlanjutan.

Berdasarkan data Departemen Pertanian AS dan Departemen Perdagangan AS, Negeri Paman Sam tersebut adalah pengimpor kopi kedua terbesar dunia setelah Uni Eropa. Sedangkan Indonesia berada di urutan ke-6 sebagai negara pengekspor kopi ke AS dengan nilai mencapai 290 juta dollar AS pada tahun 2018 dengan pangsa pasar sebesar 5,2 persen.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

INACA Minta Pemda Tidak Hambat Pemulihan Sektor Penerbangan

INACA Minta Pemda Tidak Hambat Pemulihan Sektor Penerbangan

Whats New
Promo Hypermart Jelang HUT RI, Ada Diskon 17 Persen

Promo Hypermart Jelang HUT RI, Ada Diskon 17 Persen

Spend Smart
AP II Sebut Jumlah Penumpang Pesawat Meningkat Signifikan

AP II Sebut Jumlah Penumpang Pesawat Meningkat Signifikan

Whats New
Daftar Kartu Prakerja Bisa Offline dan Online, Ini Penduan Lengkapnya

Daftar Kartu Prakerja Bisa Offline dan Online, Ini Penduan Lengkapnya

Work Smart
Panduan Lengkap Tes SKB di SSCN, Cetak Kartu Hingga Jadwal Ujian

Panduan Lengkap Tes SKB di SSCN, Cetak Kartu Hingga Jadwal Ujian

Work Smart
Tiga Bank Besar Ini Buka Lowongan Kerja, Berminat?

Tiga Bank Besar Ini Buka Lowongan Kerja, Berminat?

Work Smart
Kuota 800.000, Ini Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 4 Lewat Online

Kuota 800.000, Ini Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 4 Lewat Online

Work Smart
Anak Usaha BUMN Ini Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Syaratnya

Anak Usaha BUMN Ini Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Syaratnya

Work Smart
[POPULER MONEY] Rincian Besaran Gaji Ke-13 | Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 4

[POPULER MONEY] Rincian Besaran Gaji Ke-13 | Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 4

Whats New
Diincar Gibran Rakabuming, Berapa Gaji Wali Kota Solo?

Diincar Gibran Rakabuming, Berapa Gaji Wali Kota Solo?

Work Smart
Topang Ekonomi, Literasi Keuangan untuk UMKM dan Pengusaha Perempuan Penting

Topang Ekonomi, Literasi Keuangan untuk UMKM dan Pengusaha Perempuan Penting

Whats New
Kementan Bantu Petani di Tanah Bumbu Hadapi Kekeringan dengan RJIT

Kementan Bantu Petani di Tanah Bumbu Hadapi Kekeringan dengan RJIT

Rilis
[POPULER DI KOMPASIANA] Membedakan Pakar Asli dan Imitasi | Pelajaran dari Ledakan Beirut | Jangan Tunda Punya Rumah

[POPULER DI KOMPASIANA] Membedakan Pakar Asli dan Imitasi | Pelajaran dari Ledakan Beirut | Jangan Tunda Punya Rumah

Rilis
Ingat, Cuma Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang Dapat Subsidi Gaji Rp 600.000

Ingat, Cuma Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang Dapat Subsidi Gaji Rp 600.000

Work Smart
Persiapan Pembukaan Wisata Bali Tahap 3, Ini yang Akan Dilakukan Pemerintah

Persiapan Pembukaan Wisata Bali Tahap 3, Ini yang Akan Dilakukan Pemerintah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X