Kompas.com - 22/04/2019, 12:46 WIB
Direktur Utama BTN Maryono ketika memberikan penjelasan kepada wartawan di kantornya, Kamis (25/10/2018). Kompas.com/Mutia FauziaDirektur Utama BTN Maryono ketika memberikan penjelasan kepada wartawan di kantornya, Kamis (25/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bisnis modal ventura nampaknya mulai dilirik bank-bank pelat merah.

Setelah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mendirikan Mandiri Capital Indonesia MCI, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah mengaukuisisi saham Bahana Artha Ventura (BAV) untuk turut serta membiayai perusahaan teknologi finansial (fintech) yang kian menjamur di dalam negeri.

Tak mau ketinggalan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) pun turut melirik bisnis ini. Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, BTN juga akan memiliki sebuah perusahaan modal ventura melalui skema akuisisi.

"Kita akan akuisisi saja (perusahaan modal ventura), kalau bangun itu kan melalui proses awal yang lebih sulit," ujar Maryono di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Baca juga: BTN Akuisisi Anak Usaha PNM

Maryono mengatakan dengan melakukan akuisisi perusahaan modal ventura, BTN bisa menjadi lebih leluasa untuk memiliki saham dari perusahaan fintech seperti LinkAja dan ATM Link.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita dalam rangka sinergi ini perlu pengoptimalan dari penggunaan IT dan bangun kerja sama, kemudian kita bisa jadi pemegang saham di Link Aja atau ATM Link," ujar dia.

"Sehingga kalau kita punya modal ventura ini kita bisa lebih lincah untuk bekerja sama membangun digital ekosistem," lanjut Maryono.

Baca juga: Gandeng Telkom, BTN Genjot Pendapatan Non Bunga

Walaupun demikian, dirinya belum mau merinci perusahaan modal ventura apakah yang akan diakuisisi.

"Sabar dulu kita sedang lakukan kajian dulu. Bertahap satu-satu," ujar dia.

BTN sendiri baru saja melakukan penandatanganan Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat (Conditional Shares Purchase Agreement/CSPA) untuk membeli saham PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNMIM) dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Aksi korporasi tersebut dilakukan sebagai langkah merealisasikan target ekspansi perseroan untuk memperluas cakupan bisnisnya, terutama dalam mendukung bisnis utama, yakni pembiayaan perumahan dan industri terkait lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.