Survei: Milenial Merasa Menghadapi Lebih banyak Kesulitan Finansial

Kompas.com - 23/04/2019, 08:10 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

NEW YORK, KOMPAS.com - Mayoritas dari generasi milenial yang berusia 23 hingga 38 tahun merasa dirinya dihadapkan pada kondisi keuangan yang lebih sulit dibandingkan dengan beberapa generasi sebelumnya.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh GoBankingRates.com dan dikutip dari FoxBusiness, Selasa (23/4/2019), sebanyak 68 persen millenial memilih setuju atau sangat setuju mengenai banyaknya serta sulitnya masalah keuangan yang harus mereka hadapi dibandingkan generasi sebelumnya.

Tak hanya merasa harus berhadapan dengan iklim ekonomi yang dirasa kian buruk, milenial juga merasa dihadapkan pada pasar tenaga kerja yang lebih sulit jika dibandingkan dengan Silent Generation (yang berusia 74-91 tahun), Baby Boomers (berusia 55-73 tahun), dan Generasi X (berusia 39-54 tahun).

Baca juga: Milenial Bersedia Habiskan Rp 70,4 Juta untuk Liburan, Apa Benar?

Pada survei tersebut ditunjukkan, sebanyak 49,21 persen millenial merasa generasinyalah yang harus berhadapan dengan iklim ekonomi yang paling buruk di Amerika Serikat.

Sementara, sebesar 29,3 persen millenial memilih silent generation (yang berusia 79-91 tahun) yang harus menghadapi kondisi ekonomi terburuk. Adapun berdasarkan data yang dilakukan oleh tim riset, setiap generasi harus berhadapan dengan kesulitan finansial.

Seperti mllenial yang dihadapkan pada Great Recession di 2008, kemudian silent generation dan anak-anaknya yang dihadapkan pada era Great Depression di 1930 dan Baby Boomers yang harus dihadapkan pada kondisi ekonomi sulit juga tingkat pengangguran yang tinggi di 1980.

Sebanyak 74,1 persen milenial pun merasa kesulitan untuk bisa membeli rumah.Angka ini jauh lebih besar jika dibandingkan Generasi X sebesar 11,1 persen, Baby Boomers 7,9 persen dan Silent Generation (6,9 persen).




Close Ads X