Kuartal I 2019, BTN Catat Pertumbuhan Kredit 19,57 Persen

Kompas.com - 23/04/2019, 17:09 WIB
Direktur Utama Bank BTN Maryono saat peluncuran BTN HPI di Jakarta, Kamis (13/9/2018) KOMPAS.com/ Putri Syifa NurfadilahDirektur Utama Bank BTN Maryono saat peluncuran BTN HPI di Jakarta, Kamis (13/9/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp 242,13 triliun pada kuartal I 2019. Jika dibandingkan dengan kuartal I 2018, angkanya tumbuh 19,57 persen.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan, pertumbuhan penyaluran kredit dan pembiayaan bank maish berada di atas rata-rata industri perbankan nasional yang naik 12 persen YoY per Februari 2019.

"Capaian penyaluran kredit kami di kuartal I 2019 akan terus kami pacu hingga akhir tahun, dengan ettap selektif dan fokus menjaga kualitas kredit," ujar Maryono dalam paparan kinerja BTN di Menara BTN, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Maryono mengatakan, kuatnya pertumbuhan kredit di awal tahun 2019 ini utamanya disumbang dari sektor perumahan. Untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), tumbuh 19,11 yoy dari Rp 184,46 triliun pada kuartal I 2018 menjadi Rp 219,72 triliun.

Permintaan KPR subsidi yang masih tinggi menjadi pendorong kuat kenaikan total kredit perumahan. BTN mencatat, KPR subsidi naik 28,87 persen menjadi Rp 101,99 triliun hingga Maret 2019.

Sementara itu, KPR nonsubsidi tumbuh 14,37 persen menjadi Rp 79,83 triliun. Secara keseluruhan, KPR BTN tumbuh sekitar 22,07 persen menjadi Rp 181,83 triliun per 31 Maret 2019.

"Walau peningkatan kredit meningkat cukup tinggi, tapi kami akan berikan secara kehati-hatian dan mengedepankan adanya suatu compliance dan risk management yang ketat," kata Maryono.

Selain itu, kredit konstruksi juga naik 8,96 persen menjadi Rp 29,45 triliun. Adapun di sektor kredit nonperumahan, BTN mencatatkan pertumbuhan sebesar 24,24 persen YoY. Kenaikan tersebut ditopang laju positif penyaluran kredit konsumer yang naik 25,53 persen menjadi Rp 4,97 triliun dan kredit komersial yang naik 23,88 persen menjadi Rp 17,43 triliun.

Di sisi lain, BTN juga menjaga kualitas kredit dan pembiayaan selama kuartal pertama 2019. Adapun tingkat nonperforming loans (NPL) atau kredit bermasalah pada periode ini sebesar 2 persen, jauh di bawah ambang batas atas NPL yang ditetapkan regulator sebesar 5 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kembangkan Platform Metaverse di Dunia Pendidikan, WIR Group Gandeng Cakap

Kembangkan Platform Metaverse di Dunia Pendidikan, WIR Group Gandeng Cakap

Whats New
Produsen Alkes Ini Bakal Jual Alat Tes Covid-19 lewat 'Vending Machine'

Produsen Alkes Ini Bakal Jual Alat Tes Covid-19 lewat "Vending Machine"

Whats New
Laba Bersih Pertagas 2021 Lampaui Target hingga 109 Persen, Ini Pendorongnya

Laba Bersih Pertagas 2021 Lampaui Target hingga 109 Persen, Ini Pendorongnya

Whats New
Letak Kode Keamanan ATM BRI dan Kegunaannya

Letak Kode Keamanan ATM BRI dan Kegunaannya

Whats New
Mediasi Diundur, Nasabah WanaArtha Life Tetap Tagih Janji Pembayaran

Mediasi Diundur, Nasabah WanaArtha Life Tetap Tagih Janji Pembayaran

Whats New
E-Toll Bakal Digantikan MLFF, Bank Mandiri Yakin Transaksi Uang Elektronik Tetap Tinggi

E-Toll Bakal Digantikan MLFF, Bank Mandiri Yakin Transaksi Uang Elektronik Tetap Tinggi

Whats New
E-Toll Akan Diganti Sistem MLFF, Jasa Marga: Kami Masih Tunggu Pemerintah

E-Toll Akan Diganti Sistem MLFF, Jasa Marga: Kami Masih Tunggu Pemerintah

Whats New
Bahlil: Tesla, LG hingga Foxconn Berencana Bangun Pabrik di Batang, Jawa Tengah

Bahlil: Tesla, LG hingga Foxconn Berencana Bangun Pabrik di Batang, Jawa Tengah

Whats New
Pertagas Catatkan Kinerja Positif Sepanjang 2021, Laba Bersih Capai 127,2 Juta Dollar AS

Pertagas Catatkan Kinerja Positif Sepanjang 2021, Laba Bersih Capai 127,2 Juta Dollar AS

Rilis
Tak Naikkan BBM, Menkeu: Kas Pertamina Sudah Defisit Rp 35,28 Triliun

Tak Naikkan BBM, Menkeu: Kas Pertamina Sudah Defisit Rp 35,28 Triliun

Whats New
Rampung Pertengahan 2023, Pembangunan Makassar New Port Sudah Capai 86,9 Persen

Rampung Pertengahan 2023, Pembangunan Makassar New Port Sudah Capai 86,9 Persen

Whats New
Apa Itu Kartu Kredit: Definisi, Untung Rugi, dan Syarat Memilikinya

Apa Itu Kartu Kredit: Definisi, Untung Rugi, dan Syarat Memilikinya

Whats New
E-Toll Bakal Digantikan MLFF, BRI: Mempengaruhi Kinerja Brizzi

E-Toll Bakal Digantikan MLFF, BRI: Mempengaruhi Kinerja Brizzi

Whats New
Kejar Target Diresmikan Juni 2022, Pengerjaan Tol Cibitung-Cilincing Dikebut

Kejar Target Diresmikan Juni 2022, Pengerjaan Tol Cibitung-Cilincing Dikebut

Whats New
Lengkap, Ini Rincian Biaya Haji 2022 per Embarkasi

Lengkap, Ini Rincian Biaya Haji 2022 per Embarkasi

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.