PLN Dapat Utang Rp 16,75 Triliun dari Sejumlah Bank, untuk Apa Saja?

Kompas.com - 23/04/2019, 18:20 WIB
Logo PLN Logo PLN

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mendapatkan pinjaman kredit sindikasi senilai Rp 16,75 triliun.

Pinjaman ini berasal dari sejumlah bank yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, BNI Syariah, BCA Syariah, dan PT Sarana Multi Infrastruktur.

Acara penandatanganan perjanjian kredit sindikasi tersebut dilakukan di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Baca juga: PLN Bakal Terbitkan Obligasi Global 1,5 Miliar Dollar AS, Untuk Apa?

Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto mengatakan, dana itu akan digunakan PLN untuk modal membangun gardu induk dan transmisi dalam rangka mendukung program 35 gigawatt (GW).

“Selain cost of fund pinjaman yang kompetitif, pendanaan sindikasi ini juga meningkatkan portofolio rupiah pada pinjaman PLN," ujarnya dalam siaran pers, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

"Serta menunjukkan dukungan perbankan nasional dalam mendanai pembangunan infrastruktur kelistrikan Tanah Air," sambung dia.

Sarwono mengatakan, PLN berupaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat untuk mendapatkan listrik dengan membangunan infrastruktur ketenagalistrikan dan melakukan efisiensi internal.

Baca juga: Masih Ada 1,8 Juta Rumah Tangga Belum Teraliri Listrik, Ini PR PLN

Pada 20 Februari 2019 lalu, Menteri ESDM mengesahkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028.

PLN telah merencanakan pembangunan infrastruktur penyediaan tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik 10 tahun ke depan.

Diantaranya, total pembangkit tenaga listrik sebesar 56.395 MW, total jaringan transmisi sepanjang 57.293 kms, total gardu induk sebesar 124.341 MVA, total jaringan distribusi sepanjang 472.795 kms, dan total gardu distribusi sebesar 33.730 MVA.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X