Ini Kondisi Sistem Keuangan Kuartal I dan Hal-hal yang Diwaspadai

Kompas.com - 23/04/2019, 20:58 WIB
Konferensi Pers KSSK di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/42019)Kompas.com/YOGA SUKMANA Konferensi Pers KSSK di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/42019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Komite Stabilitas Sistem Keuangan ( KSSK) memastikan kondisi stabilitas sistem keuangan pada kuartal I-2019 berjalan baik. Meski begitu sejumlah hal masih diwaspadai.

"KSSK mencermati beberapa potensi risiko, khususnya yang berasal dari perekonomian global, yaitu pelemahan pertumbuhan ekonomi global dan penurunan volume perdagangan dunia," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, berdasarkan gelaran Spring Meeting IMF-World Bank belum lama ini, ada tendensi penurunan pertumbuhan ekonomi global.

Di sisi lain, ada pula tendensi penurunan perdagangan dunia. Hal ini terutama karena adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Meski begitu, Sri Mulyani memastikan, dunia mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di angka 5 persen.

Di sisi domestik, tantangannya yakni menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan memacu investasi dan ekspor serta menjaga stabilitas keuangan.

Di tempat yang sama, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya pasti akan menjaga kecukupan likuiditas di pasar rupiah dan valas. Hal ini penting terutama untuk menjaga nilai tukar rupiah.

Sementara itu Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso memastikan kredit perbankan masih tumbuh double digit yakni12,13 persen.

Dari sisi Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah menilai tren kenaikan suku bunga simpanan secara umum sudah melandai dan stabil, sejalan dengan membaiknya kondisi likuiditas perbankan.

Adapun dari sisi fiskal, Sri Mulyani mengatakan akan menggunakan anggaran negara untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi.




Close Ads X