BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Sampoerna

Kisah Karyani, "Go Internasional" Berbekal Produk Minuman Herbal

Kompas.com - 25/04/2019, 15:37 WIB
Karyani berhasil mengekspor produk minuman herbal instan miliknya ke Korea Selatan sebanyak 400 botol per bulan. Dok. Sampoerna CorporateKaryani berhasil mengekspor produk minuman herbal instan miliknya ke Korea Selatan sebanyak 400 botol per bulan.
|
Editor Latief

KOMPAS.com – Karyani (52) mungkin tidak menyangka usaha kecil yang dimulainya dengan modal sebesar Rp 50.000 bisa membawa dampak besar pada hidupnya.

Wanita asal Desa Kesiman, Pasuruan, Jawa Timur (Jatim) ini berhasil merambah pasar internasional berbekal produk minuman herbal instan produksinya.

Sejak 2017, Karyani telah melakukan penjualan herbal instan tanpa gula ke Korea Selatan sebanyak 200-300 botol per bulan. Saat ini, jumlahnya naik menjadi 400 botol per bulan.

Selain pasar internasional, produk milik Karyani juga sudah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Bali, Palembang, Yogyakarta, dan Samarinda. Padahal, dulu minuman herbal instan itu hanya dipasarkan di Pasuruan dan sekitarnya.

Jeli melihat peluang

Perjalanan bisnis Karyani dimulai sekitar tahun 2000. Dahulu, dia merupakan petani biasa yang tergabung dalam kelompok wanita tani Kesiman Jaya. Melihat hasil bumi, seperti temulawak, kunyit, dan jahe, yang tumbuh melimpah di daerahnya membuat dia tergerak untuk memanfaatkan.

Apa yang dilakukan Karyani bukan tanpa alasan. Data Riset Tumbuhan dan Jamu pada 2012-2017 yang dilakukan Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, dari 30.000 - 40.000 jenis tumbuhan di Indonesia, sebanyak 6.000 - 7.500 di antaranya merupakan tanaman obat.

Namun, mengutip dari Kompas.com, Sabtu (06/05/2018), baru sekitar 200 spesies yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

Tak hanya sebagai obat, tanaman-tanaman herbal itu dapat bernilai ekonomi ketika diolah dengan tepat. Bahkan bisa menjadi bisnis yang menjanjikan.

Menyadari hal itu, Karyani kemudian membulatkan tekad untuk mulai mengolah temulawak menjadi minuman herbal instan.

"Saya mulai usaha sekitar 18 tahun lalu dengan modal hanya Rp 50.000 ditambah dengan keinginan kuat untuk mengolah berbagai hasil bumi yang bermanfaat," kata Karyani, seperti di kutip dari Kompas.com, Kamis (18/10/2018).

Usaha tersebut dia beri nama Kesiman Jaya, yang terinspirasi dari nama desa tempat tinggalnya. Melalui nama itu, Karyani berharap dapat membuat desanya menjadi lebih sejahtera.

Saat ini Kesiman Jaya sudah memproduksi 20 jenis minuman herbal instan dan telah dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia. Sampoerna Corporate Saat ini Kesiman Jaya sudah memproduksi 20 jenis minuman herbal instan dan telah dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Pada awal usaha, Karyani menjual produknya dalam kemasan plastik sederhana ukuran 250 gram. Produk itu dia pasarkan ke tetangga dekat serta melalui acara di Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC).

Beberapa tahun kemudian, tepatnya 2004, usaha Karyani perlahan mulai berkembang. Produk yang semula hanya dikemas dengan plastik sederhana berganti menjadi kotak bersablon dengan produksi sebesar 2-5 kilogram per minggu.

Ikut pembinaan

Walaupun usahanya semakin berkembang, Karyani tidak hanya berdiam diri. Wanita kelahiran 16 November 1967 ini mengikuti berbagai pembinaan untuk para pelaku Usaha Kecil Menengah ( UKM).

Pada 2008, Karyani memperoleh pembinaan dari SETC seputar pengemasan dan labeling. Di sana, kemasan produk Karyani yang tadinya hanya berupa kotak bersablon, diubah menjadi lebih bagus dan labelnya mengikuti aturan yang berlaku. Kotak kemasannya pun diganti menjadi botol plastik berdesain menarik berukuran 250 gram.

SETC merupakan program yang digagas oleh PT HM Sampoerna Tbk berupa model pengembangan kewirausahaan untuk usaha kecil di Indonesia berdasarkan pertanian terintegrasi dan teknologi kejuruan yang sesuai, serta model pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

Hingga 2019 berbagai pelatihan telah diberikan SETC, mulai dari kemasan dan labeling, manajemen keuangan, tips sukses pameran, public speaking dan pemasaran, termasuk bagaimana memulai ekspor.

Ilmu-ilmu yang didapat dari SETC kemudian Karyani aplikasikan untuk mengembangkan usahanya. Contohnya, mengikuti SETC Expo 2009, di sana dia dapat menambah wawasan, jejaring, hingga bertemu dengan para pembeli.

Berkat kerja keras serta kegigihannya mengembangkan Kesiman Jaya,  Karyani terpilih sebagai salah satu tokoh inspiratif versi Berita JatimSampoerna Corporate Berkat kerja keras serta kegigihannya mengembangkan Kesiman Jaya, Karyani terpilih sebagai salah satu tokoh inspiratif versi Berita Jatim

Kini, Kesiman Jaya sudah memproduksi 20 jenis minuman herbal dengan 50 distributor tetap. Usahanya juga telah menjadi salah satu pemasok untuk toko ritel terbesar di Indonesia yang berada di Surabaya, yakni 200 botol per bulan.

Tak hanya berdampak pada hidupnya, usaha yang dijalankan Karyani juga berhasil memberdayakan orang-orang sekitar rumahnya. Saat ini UKM Kesiman Jaya telah mempekerjakan 7 karyawan dengan rata-rata produksi 50 kilogram per hari.

Kesuksesan Karyani itu tentu tak lepas dari kegigihan dan kerja keras selama belasan tahun. Dia selalu berusaha melakukan inovasi dan tidak pernah berhenti untuk belajar.

"Saya butuh waktu dan proses yang panjang sampai membuahkan hasil seperti ini. Untuk para UKM yang akan dan sedang memulai usaha, saya anjurkan agar tetap fokus dalam bidang usahanya masing-masing, seperti yang saya lakukan untuk fokus pada produksi minuman herbal instan," pesannya.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Apa Itu APBD, Fungsi, dan Tujuan Pembuatannya

Mengenal Apa Itu APBD, Fungsi, dan Tujuan Pembuatannya

Whats New
Apa Itu APBN: Definisi, Fungsi, dan Tujuan Penyusunannya

Apa Itu APBN: Definisi, Fungsi, dan Tujuan Penyusunannya

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Sulitnya Adopsi Kucing | Ketika Kucing Susah Makan | Memberi Kenyamanan untuk Kucing di Rumah

[KURASI KOMPASIANA] Sulitnya Adopsi Kucing | Ketika Kucing Susah Makan | Memberi Kenyamanan untuk Kucing di Rumah

Rilis
Peserta Pelatihan Kemenaker Dijanjikan Dapat Modal Usaha dari PNM

Peserta Pelatihan Kemenaker Dijanjikan Dapat Modal Usaha dari PNM

Work Smart
Kemendag Sebut Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil di Maret 2021

Kemendag Sebut Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil di Maret 2021

Rilis
Dongkrak Bisnis Kargo, AP I Gandeng Asosiasi Logistik

Dongkrak Bisnis Kargo, AP I Gandeng Asosiasi Logistik

Rilis
Mulai Berlaku Hari ini, Simak Ketentuan Diskon PPN Rumah

Mulai Berlaku Hari ini, Simak Ketentuan Diskon PPN Rumah

Whats New
Curah Hujan Tinggi dan Banjir Jadi Ancaman Produksi Padi di 2021

Curah Hujan Tinggi dan Banjir Jadi Ancaman Produksi Padi di 2021

Whats New
Sanksi Pidana Penggunaan Lahan di Kawasan Hutan Diganti Denda Administratif, Ini Respons Asosiasi Sawit

Sanksi Pidana Penggunaan Lahan di Kawasan Hutan Diganti Denda Administratif, Ini Respons Asosiasi Sawit

Whats New
Sri Mulyani Gelontorkan Rp 7,99 Triliun Untuk Diskon PPnBM Mobil dan PPN Properti

Sri Mulyani Gelontorkan Rp 7,99 Triliun Untuk Diskon PPnBM Mobil dan PPN Properti

Whats New
Petani Sawit: PP Kehutanan Terbaru Bakal Ganggu Produksi Biodiesel

Petani Sawit: PP Kehutanan Terbaru Bakal Ganggu Produksi Biodiesel

Whats New
Rumah Seharga Rp 2 Miliar Hingga Rp 5 Miliar Dapat Diskon PPN 50 Persen

Rumah Seharga Rp 2 Miliar Hingga Rp 5 Miliar Dapat Diskon PPN 50 Persen

Whats New
OJK Temukan 51 Pinjol Ilegal, Ini Daftarnya

OJK Temukan 51 Pinjol Ilegal, Ini Daftarnya

Whats New
Pemerintah Lelang SUN Besok, Ini Imbal Hasil yang Ditawarkan

Pemerintah Lelang SUN Besok, Ini Imbal Hasil yang Ditawarkan

Earn Smart
Menkop UKM Dorong Pemberdayaan Tambak Udang Melalui Koperasi dan Kemitraan

Menkop UKM Dorong Pemberdayaan Tambak Udang Melalui Koperasi dan Kemitraan

Rilis
komentar di artikel lainnya