Indonesia-Kanada Dorong Inovasi Pengembangan Ekonomi Lokal

Kompas.com - 25/04/2019, 20:23 WIB
Ilustrasi UMKM eksportirKOMPAS/SRI REJEKI Ilustrasi UMKM eksportir

JAKARTA, KOMPAS.com -  Kemitraan pemerintah Indonesia dan Kanada sukses mendorong inovasi pengembangan ekonomi lokal. Caranya adalah dengan meluncurkan proyek National Support for Local Investment Climates/National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSLIC/NSELRED).

Inisiatif tersebut diwujudkan dengan program Dana Inovasi Responsif atau Responsive Innovation Fund (RIF) Tahap Pertama yang telah sukses dan akan diluncurkan program RIF Tahap Kedua.

Mewakili Global Affairs Canada (GAC), Head of Cooperation GAC, Pierre–Yves Monnard menyampaikan apresiasi kepada perwakilan Pemerintah Daerah dan seluruh jajaran dari 12 Kawasan Program RIF Tahap Pertama dan Kedua.

Baca juga: Bekraf Target Gerakkan Ekonomi Lokal Melalui Produk Digital

“Atas nama Pemerintah Kanada, saya mengucapkan selamat kepada enam pemerintah daerah dan seluruh mitra atas kesuksesan pelaksanaan kegiatan program RIF Tahap Pertama," ujar Monnard dalam pernyataannya, Kamis (25/4/2019).

Program RIF senilai Rp 18 miliar berlangsung dalam tiga tahap mulai 2018 hingga 2020 dengan memilih enam usulan inovasi dari enam kabupaten setiap tahunnya.

Pengembangan ekonomi lokal merupakan penopang utama kinerja perekonomian nasional. Selaras dengan tujuan tersebut, pemerintah daerah dipandang mampu melakukan berbagai inovasi pembangunan ekonomi jika ditunjang dengan dukungan teknis dan perangkat yang tepat.

Baca juga: Genjot Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Ini yang Dilakukan BI

“Pembangunan Kawasan perdesaaan merupakan salah satu sasaran pokok yang mendukung pengembangan pusat-pusat pertumbuhan baru untuk mempercepat pembangunan daerah dan mengurangi kesenjangan pembangunan antar-wilayah, yang dilakukan melalui pengembangan ekonomi lokal berbasis produk unggulan masing-masing daerah terpilih," jelas Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata.

Program RIF Tahap Pertama dilaksanakan mulai Maret 2018 hingga April 2019 Sekitar 6.105 penerima manfaat program RIF Tahap Pertama meliputi pemerintah, sektor swasta, akademisi, lembaga penelitian, komunitas dan kelompok masyarakat telah mendapatkan pendampingan melalui 209 pelatihan dan dukungan teknis untuk pengembangan kapasitas kelembagaan, pengembangan produk, ekspansi pasar dan penciptaan lapangan kerja yang adil.

Baca juga: Tingkatkan Ekonomi Daerah, BRI Gandeng Bank Lampung

Pengembangan ekonomi lokal berbasis produk-produk unggulan daerah baik di sektor pertanian seperti nira, kopi, salak, kelapa, sagu, jagung, beras organik dan pupuk organik. Sektor perikanan/kelautan seperti ikan olahan, terasi, kerupuk dan rumput laut, serta sektor pariwisata dan kerajinan juga telah membuka peluang kerja bagi setidaknya 2.929 orang.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X