Masih Mahal, Harga Tiket Pesawat akan Diatur Pemerintah

Kompas.com - 25/04/2019, 21:54 WIB
Ilustrasi tiket pesawatTHINKSTOCK Ilustrasi tiket pesawat

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melaporkan ke Menteri Koordinator Bidang Perekonomian bahwa harga tiket pesawat jelang Lebaran 2019 belum kondusif.

"Kami laporkan di rapat bahwa tarif pesawat terbang belum kondusif. Oleh karenanya, kami koordinasi bahwa Kemenko Perkonomian dan Kemen BUMN akan ambil bagian dalam mengatur tarif pesawat penerbangan pada masa angkutan Lebaran,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/4/2019).

Atas dasar itu, lanjut Budi, pemerintah akan mengatur harga tiket pesawat. Nantinya, pemerintah akan mengatur harga tiket pesawat Garuda Indonesia.

"Pengaturan tarif pesawat terutama kepada maskapai Garuda Indonesia Grup sebagai market leader. Karena jika Garuda menetapkan Tarif Batas Atas maka maskapai lain akan mengikuti, kalau ia turun yang lain juga turun,” kata Budi.

Baca juga: Tiket Pesawat Mahal, Darmin Akan Panggil Menteri BUMN hingga Garuda

Meski harga tiket pesawat mahal, Budi optimistis moda transportasi udara akan mengalami peningkatan sebesar 7 persen pada Lebaran 2019 ini dibanding tahun lalu.

"Untuk moda udara volumenya bisa naik dengan adanya infrastruktur baru yang bertambah seperti Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang dan Bandara di Yogyakarta yang bisa mulai digunakan minggu depan,” ucap dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X