PLN Bidik Talenta dari UGM

Kompas.com - 26/04/2019, 10:22 WIB
UGM masuk peringkat 50 besar dunia untuk indikator SDGs Decent Work and Economic Growth yang dirilis THE (4/4/2019). Dok. UGMUGM masuk peringkat 50 besar dunia untuk indikator SDGs Decent Work and Economic Growth yang dirilis THE (4/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negra (Persero) menggelar employer branding di Universitas Gadjah Mada ( UGM), Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring talenta-talenta terbaik UGM agar dapat bekerja di PLN.

Para bibit unggul ini diharapkan dapat berkompetisi mengembangkan perusahaan. Sehingga, PLN tidak hanya mampu bersaing di era digital, namun mampu mewujudkan harapannya menjadi perusahaan pengelola energi listrik kelas dunia.

Karyawan Aji, Executive Talent Development PLN mengungkapkan, di era industri 4.0, terjadi peralihan dari yang melakukan segala sesuatu sebagai business as usual menjadi berorientasi digital. Banyak perusahaan akhirnya mengantisipasi perubahan itu dengan merambah dunia digital pula.

Baca juga: PLN Bidik Talenta dari ITB

“Perubahan seperti ini harus dilakukan, karena jika tidak demikian, maka mereka akan ‘tergilas’ oleh berkembangnya mekanisme perdagangan bebas yang belum pernah terbayangkan," terang Aji dalam pernyataannya, Jumat (26/4/2019).

Bersumber dari World Economic Forum (WEF), diperkirakan 5 juta pekerjaan (netto) diperkirakan akan menghilang, seiring dengan terjadinya era otomasi dan disrupsi teknologi.

Sebaliknya menurut Aji, berbagai pekerjaan baru yang akan muncul, adalah berada pada berbagai bidang usaha seperti bisnis dan finansial, manajemen, komputer dan matematika, arsitektur dan teknik, sales (penjualan) secara daring (online), serta bidang pendidikan dan pelatihan.

Baca juga: PLN Bidik Talenta Milenial di Unair

Sejalan dengan aplikasi industri 4.0 di sejumlah sektor industri yang sudah siap, PLN juga mulai menyesuaikan melalui penggunaan teknologi sensor secara masif, pengelolaan sumber daya secara cerdas, termasuk pengolahan big data secara intensif, sehingga dapat mengambil keputusan secara tepat dan cepat, untuk dapat meningkatkan kinerja.

“Salah satu aplikasi 4.0 di PLN adalah penggunaan layanan aplikasi ‘Listriqu’, quick and quality solution, layanan total permasalahan listrik di rumah anda, yang dapat diunduh pada telepon seluler," terang Aji.

PLN juga mengadopsi smart metering system, sistem meter boks yang terhubung secara online (daring) dengan PLN dengan memanfaatkan sistem jejaring teknologi.

Baca juga: PLN Buka Rekrutmen Karyawan, Ini Syaratnya

Itu sebabnya di era transformasi digital menuju industri 4.0, diperlukan juga berbagai perubahan pola pikir dan pola tindak di era digitalisasi yang mampu berpikir dalam alam bit (digital), bukan lagi secara atom (fisik), perlunya mempelajari “pain points” atau apa yang diinginkan klien.

"Guna mengembangkan secepat mungkin produk atau layanan yang diharapkan. Dengan memastikan tata kelola penanganan aset secara modular, BUMN ini memerlukan sentuhan para milenial yang mampu menampilkan kualitas mereka secara total," tutur Aji.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X