Triwulan I 2019, Bank BJB Salurkan Kredit Mikro Rp 5,5 Triliun

Kompas.com - 26/04/2019, 19:38 WIB
Plt Direktur Utama Agus Mulyana bersama jajaran direksi Bank BJB dalam Analys Meeting Q1/2019, Jumat (26/4/2019).KOMPAS.com/RENI SUSANTI Plt Direktur Utama Agus Mulyana bersama jajaran direksi Bank BJB dalam Analys Meeting Q1/2019, Jumat (26/4/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com – Penyaluran kredit mikro pada triwulan I/2019 tumbuh 11,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp 5,5 triliun.

Plt Direktur Utama Bank BJB, Agus Mulyana mengatakan, pertumbuhan kredit UMKM ditopang beberapa strategi. Di antaranya program One Village One Company (OVOC), dengan memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Termasuk meningkatkan akses perbankan di masyarakat pedesaan, Kredit Usaha Rakyat (KUR), kerja sama dengan BPR dan Lembaga Keuangan Mikro serta program lainnya,” ujar Agus di Bandung, Jumat (26/4/2019).

Agus menjelaskan, secara keseluruhan, total kredit yang berhasil disalurkan bank tersebut sebesar Rp 75,8 triliun atau tumbuh 6,2 persen.

Adapun rasio kredit bermasalah (NPL) berada pada level 1,68 persen, lebih baik dibanding rasio NPL rata-rata industri perbankan sebesar 2,59 persen.

Pada 2019, pihaknya menargetkan kredit UMKM tumbuh 30 persen. Target tersebut terbilang besar, sebab di 2018, pertumbuhan kredit UMKM di banknya berkisar 13-15 persen.

Selain UMKM, pihaknya menggenjot pembiayaan di sektor infrastuktur seperti pembangunan jalan tol, pelabuhan, penyediaan air minum, bendungan serta jaringan irigasi yang berada di wilayah Jawa Barat dan Banten.

Untuk mengakselerasi hal tersebut, pihaknya berkolaborasi dengan BUMD-BUMD lain di Jabar dan Banten.

“Dari sisi penghimpunan dana, kami berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 90,2 triliun,” ucapnya.

Pencapaian tersebut didorong pertumbuhan tabungan sebesar 8,8 persen, sehingga rasio CASA naik dari 46,3 persen menjadi 48,8 persen.

Pada triwulan I 2019, Bank BJB mencatatkan laba bersih sebesar Rp 421 miliar dengan total aset sebesar Rp 117,7 triliun.




Close Ads X