Bos Adaro Energy Jadi Pemegang Saham Mayoritas "Startup" Umma

Kompas.com - 26/04/2019, 20:21 WIB
Direktur Utama PT Adaro Energy Tbk, Garibaldi Thohir di Plataran Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (9/6/2016). Iwan SupriyatnaDirektur Utama PT Adaro Energy Tbk, Garibaldi Thohir di Plataran Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (9/6/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir berinvestasi menjadi pemegang saham mayoritas pada Umma. Umma merupakan perusahaan rintisan ( startup) yang menyediakan platform untuk mempermudah ibadah kaum muslim.

Namun demikian, nilai investasi tersebut tidak dipublikasikan.

Dalam keterangan resminya, Jumat (26/4/2019), Garibaldi menyatakan ketertarikannya terhadap platform terkait agama sejalan dengan riset lembaga Internasional Pew Research Center yang menyatakan 93 persen responden di Indonesia menganggap agama memiliki peran penting dalam kehidupan mereka.

“Jumlah pengguna yang cukup tinggi membuktikan bahwa pembelajaran akan Islam telah menyatu dengan dan menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari mulai dari halal travel, fesyen dan hobi serta gerakan komunitas terutama di generasi muda,” ujarnya.

Baca juga: Adaro Konversi Transaksi Bisnis dari Dollar AS ke Rupiah

Aplikasi Umma, kata Garibaldi, memiliki keunggulan dibanding aplikasi muslim lainnya. Menurutnya, sebagai aplikasi yang dikembangkan oleh anak muda Indonesia, Umma memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai kebutuhan masyarakat muslim di Indonesia termasuk di golongan milenial dan generasi Z.

Aplikasi ini menawarkan dukungan kemudahan bagi umat Islam dalam beribadah, berinteraksi serta berbagi informasi antar sesama kaum muslim.

“Pengembangan Umma sangat terbuka untuk dapat memfasilitasi berbagai kebutuhan lain masyarakat muslim di Tanah Air,” sebutnya.

Baca juga: Dalam 3 Tahun, Indonesia Telurkan 1.307 Startup

Indra Wiralaksmana, CEO dan Co-Founder Umma, menyatakan per April 2019, aplikasi Umma telah diunduh oleh lebih dari 2,5 juta pengguna di Indonesia dengan pertumbuhan pengguna yang cukup tinggi, yakni sekitar 50 persen per kuartal dari periode Ramadan tahun 2018.

Saat ini, konten aplikasi Umma telah diisi lebih dari 80 ustadz dan ulama populer di tengah masyarakat yang siap berbagi informasi kepada para pengguna.

"Misi kami adalah membantu pengguna untuk bersama-sama menjadi muslim yang lebih baik melalui pemanfaatan teknologi. Aplikasi kami dikembangkan untuk menjawab kebutuhan kaum muslim akan informasi seputar Islam yang terpercaya dalam satu wadah,” ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X