Pengeluaran Membengkak saat Ramadhan, Bagaimana Mengantisipasinya?

Kompas.com - 28/04/2019, 09:37 WIB
Ilustrasi belanja buah JupiterimagesIlustrasi belanja buah

JAKARTA, KOMPAS.com - Bulan suci Ramadhan akan segera tiba. Umumnya, di bulan Ramadhan pengeluaran seseorang akan jauh lebih besar dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Mengapa demikian?

Perencana keuangan Finansia Consulting Eko Indarto menjelaskan, ketika Ramadhan, kecenderungan konsumsi seseorang lebih didasarkan karena keinginan, bukan kebutuhan.

"Kalau hari biasa kita makan karena kebutuhan ya, karena katakanlah nasi lauk seadanya, ketika Ramadhan dan merasa itu spesial kita pinginnya harus makan spesial. Dan biasanya isinya keinginan tuh, kalau makan enggak lengkap kalau enggak ada kolaknya, enggak ada tambahan gorengan," ujar Eko ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (28/4/2019).

Baca juga: YLKI Minta Lonjakan Harga yang Ugal-ugalan Bisa Dicegah Saat Ramadhan

Untuk mengantisipasi bengkaknya pengeluaran saat Ramadhan tersebut, Eko mengatakan, sebaiknya dibuat anggaran yang pasti. Dengan demikian, pengeluaran apa yang menjadi prioritas dan tidak bisa diketahui.

"Jadi misalnya karena kita tahu Ramadhan 30 hari, kita juga tahu potensi penghasilan yang kita dapatkan dan kita tahu berapa pengeluaran kita ketika Idul Fitri maka sisanya adalah dana yang seharusya kita gunakan selama Ramadhan," jelas Eko.

"Jadi harus dibatasi penggunaan per hari, per minggu sehingga mau enggak mau ketika Idul Fitri masih ada dana untuk kehidupan besok," jelas dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X