Tiket Pesawat Mahal, Konsumsi Avtur Pertamina Menurun

Kompas.com - 29/04/2019, 16:41 WIB
Ilustrasi: Tangki avtur Pertamina mengisi bahan bakar pesawat di Bandara Sentani, Jayapura, beberapa waktu lalu. Kompas.com/ Bambang PJIlustrasi: Tangki avtur Pertamina mengisi bahan bakar pesawat di Bandara Sentani, Jayapura, beberapa waktu lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah konsumsi avtur oleh para maskapai menurun sejak awal 2019. PT Pertamina (persero) mencatat penurunan konsumsi avtur tersebut mencapai 12,8 persen ketimbang hari biasanya.

Diduga, penurunan konsumsi avtur ini diakibatkan mahalnya harga tiket pesawat.

“Untuk avtur kita sama-sama ketahui di awal 2019 industri penerbangan kita secara frekuensi menurun. Mungkin karena cari tiket saja sekarang cukup sulit jadi secara frekuensi turun dibanding 2018," ujar Vice President Aviation Pertamina, Eldi Hendri di Jakarta, Senin (29/4/2019).

Kendati begitu, Eldi optimis saat musim mudik Lebaran 2019 konsumsi avtur akan meningkat. Pasalnya, pada musim lebaran tahun lalu konsumsi avtur meningkat lima persen atau sekitar 13.500 kilo liter per hari.

“Pada saat puncak hari raya nanti jadi sekitar 14.500an. Kami prediksi puncaknya nanti naik sampai 8 persen dari kondisi normal," kata Eldi.

Menurut Eldi, ketersediaan avtur Pertamina saat ini sanggup untuk memenuhi kebutuhan selama 42 hari. Saat ini, stok avtur Pertamina mencapai 615.512 KL.

Sementara itu, menurut Vice President Supply & Distribution PT Pertamina, Faris Aziz, mulai tahun ini pihaknya sudah tak melakukan impor avtur. Sebab, Pertamina sudah bisa mencukupi kebutuhan avtur dari kilangnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X