Jalan Panjang Menjadi Negara Dirgantara

Kompas.com - 30/04/2019, 05:38 WIB
Tol langit menggambarkan sambungan bebas hambatan bagi sinyal internet di langit Indonesia, yang akan menghubungkan seluruh wilayah di bumi Nusantara Dok. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf AminTol langit menggambarkan sambungan bebas hambatan bagi sinyal internet di langit Indonesia, yang akan menghubungkan seluruh wilayah di bumi Nusantara

Konsepnya Air Traffic Controller (ATC) akan memiliki akses visual terhadap beberapa lapangan terbang disekitarnya dalam radius tertentu, kemudian memandu navigasi dari suatu pusat kontrol.

AirNav Indonesia berpeluang merealisasikan, baik di Papua dengan kontur pegunungan maupun pada sejumlah pulau kecil yang saling berdekatan.

Domain cybersecurity nyata dan erat berhubungan dengan keamanan penerbangan (aviation security) ketika berbicara aktivitas peretas (hacker) pada era digital.

Perkembangan teknologi akan mengurangi ketergantungan terhadap fungsi manusia. Namun, pada saat bersamaan keseimbangan perlu dijaga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Setelah memiliki banyak insinyur dan teknisi penerbangan handal, jangan dilupakan insan dirgantara juga perlu menguasai social sciences on aviation seperti hukum udara, manajemen transportasi udara, air transport economics, hingga cybersecurity.

Urgensinya nyata mengingat masih banyak isu penting lain yang perlu dikaji, di antaranya rekonsepsi flag carrier pada era liberalisasi, best practice soal pengaturan tarif pesawat, bagaimana memenangkan ASEAN Open Skies bagi maskapai dan bandara Indonesia, mengamankan PT Dirgantara Indonesia selaku manufakturer maupun pemasok komponen disaat proteksionisme semakin kental, hingga mengejawantahkan aeropolitics sebagaimana menjadi tema Deklarasi Doha (the First CAPA Aeropolitical & Regulatory Summit 2019) pada Februari lalu.

Pemaparan Direktur Utama Angkasa Pura II pada acara CEO Goes to Campus Universitas Padjadjaran awal Maret lalu yang kesulitan mencari karyawan spesialis hukum udara menggambarkan kebutuhan nyata industri penerbangan nasional. Ironisnya, hanya segelintir Perguruan Tinggi yang mengampu mata kuliah hukum udara. Semoga yang telah ada juga bukan simbolis belaka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kehadiran SMA Pradita Dirgantara menghidupkan asa. Tantangan selanjutnya ialah menyalurkan bibit-bibit dirgantara unggul ini ke Perguruan Tinggi yang tepat. Pendidikan (dini) kedirgantaraan bukan sekedar jembatan antara ilmu dengan praktik, tetapi suatu keniscayaan dalam menyambut era disrupsi.

Melangkah maju

Cukup beralasan untuk menyatakan lampu kuning kini menghampiri dunia penerbangan nasional. Cita-cita menjadi negara dirgantara tidak dapat bergantung kepada janji politik maupun figur yang silih-berganti mengikuti periode kepemimpinan, tetapi tidak lain membutuhkan suatu national civil aviation policy.

Presiden Republik Indonesia terpilih periode 2019-2024 memiliki pekerjaan rumah untuk menghidupkan kembali DEPANRI guna merumuskan visi dunia penerbangan sipil nasional abad ke-21.

Tanpanya, bangsa ini hanya akan gali tutup lubang permasalahan dan terbang auto-pilot tanpa kejelasan arah. Kita terancam hanya sekedar menjadi pasar dan bukan pemain berpengaruh.

Percayalah cita-cita Indonesia menjadi negara dirgantara bukan mimpi siang bolong; dimulai dengan tidak melupakan eksistensi tol udara ditengah euforia tol laut dan tol langit.

Sumber data:
1.    Koesnadi Kardi, Hubungan Sipil-Militer di Era Demokrasi Indonesia, (Jakarta: Pratama, 2015).
2.    Bahana Sekuritas Beacon Morning Brief, 14 Februari 2019.
3.    https://money.kompas.com/read/2019/03/05/070800526/cerita-dirut-ap-ii-kesulitan-cari-ahli-hukum-udara-di-indonesia
4.    Kajian aktual pada ASEAN Aviation Integration Platform - IKMAS Universiti Kebangsaan Malaysia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.