Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/04/2019, 10:34 WIB
Fika Nurul Ulya,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Anda mungkin merasa bahwa menghamburkan uang untuk sesuatu yang tidak penting sangat disayangkan.

Tetapi mengapa Anda terus membiarkan pengeluaran di luar kendali, bahkan ketika Anda tahu bahwa itu keputusan yang buruk?

Mungkin Anda termasuk orang yang mengikuti 5 prinsip psikologis ini sebagai dasar keputusan pengeluaran Anda.

Baca juga: Ini Cara Gunakan Kartu Kredit Supaya Kita Jadi Hemat

Dilansir dari Huffington Post, Selasa (30/4/2019), 5 prinsip psikologi itu antara lain:

1. Diskon yang Tertunda

Maksud dari diskon yang tertunda adalah bila Anda membeli banyak barang hanya karena diskon tertentu seperti 'buy two get one' atau 'buy one get one'. Kemudian, Anda akan tergiur untuk membeli lebih karena harga yang ditawarkan lebih murah.

Misalnya, Anda hanya membeli dua botol minuman, namun bila Anda membeli 3 botol Anda akan mendapat diskon. Diskon-diskon ini sifatnya tertunda karena Anda harus membeli 3 botol minuman sebelum mendapat potongan harga.

"Potongan harga dari diskon yang tertunda adalah salah satu alasan mengapa beberapa orang cenderung mengeluarkan uang lebih banyak," ujar psikolog Carla Marie Manly.

2. Prinsip Kelangkaan

Prinsip kelangkaan adalah teori ekonomi yang meneliti hubungan antara penawaran dan permintaan. Ketika diterapkan pada bidang psikologi, prinsip kelangkaan pada dasarnya menyatakan bahwa semakin sedikit sesuatu yang tersedia, semakin diinginkan.

Misalnya, saat berbelanja online, Anda mungkin melihat barang dengan pesan seperti "limited time offer" atau "only two left". Karena pesan tersebut, Anda merasakan urgensi untuk membeli barang tersebut meskipun Anda tidak membutuhkannya.

"Seorang konsumen yang melihat pesan tersebut cenderung melanjutkan pembelian karena takut kehabisan padahal ia sebenarnya tidak membutuhkannya," jelas Vassilis Dalakas, seorang profesor pemasaran di Universitas Negeri California San Marcos.

3. Biaya "Hangus"

Dalam ekonomi, biaya "hangus" adalah biaya masa lalu yang telah dikeluarkan dan tidak dapat dipulihkan. Biaya "hangus" juga sering muncul di kehidupan sehari-hari.

Salah satu contoh umumnya adalah membuat kartu keanggotaan gym. Kartu keanggotaan ini biasanya menarik pembayaran setiap bulan. Padahal sebenarnya, Anda sangat jarang pergi ke gym. Namun bila berhenti membayar iuran tiap bulan, Anda merasa membuang-buang uang yang telah Anda keluarkan di bulan-bulan sebelumnya.

Bila hal itu masih terjadi pada Anda, lebih baik lepaskan saja kartu anggota tersebut. Ada baiknya iuran tersebut Anda ganti dengan tabungan.

4. Jangkar Emosi

Prinsip psikologis lain yang menyebabkan orang terlalu banyak menghabiskan uang disebut "Jangkar emosi". Jangkar emosi adalah pemborosan berdasarkan poin harga ketika melakukan pembelian.

Misalnya, Anda berbelanja barang dengan harga pembelian Rp 100.000. Namun, barang tersebut mendapat diskon seharga Rp 50.000. Anda akan fokus pada harga awal Rp 100.000 sehingga menganggap harga diskon Rp 50.000 adalah harga yang bagus. Inilah yang disebut jangkar emosi, Anda hanya akan fokus pada satu titik yang Anda tangkap pertama kali.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com