Kompas.com - 01/05/2019, 09:35 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Penjualan ponsel pintar (smartphone) iPhone keluaran Apple merosot ke level terendah pada kuartal yang berakhir pada Maret 2019. Namun demikian, angka penjualan iPhone menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.

Dikutip dari BBC, Rabu (1/5/2019), Apple menyatakan pendapatan dari iPhone merosot 17 persen menjadi 31 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 441,7 triliun.

Meski begitu, CEO Apple Tim Cook menyatakan penjualan lebih kuat hingga akhir Maret 2019. Ini termasuk penjualan di China di mana Apple memangkas harga iPhone untuk menggenjot permintaan.

Baca juga: Berdamai dengan Apple, Saham Qualcomm Melonjak 40 Persen

Apple pun menaikkan outlook kinerja keuangannya untuk kuartal yang berakhir di bulan Juni 2019. Ini membuat saham Apple melesat 5 persen pada perdagangan Selasa (30/4/2019) waktu setempat.

Sebelumnya, Apple telah memperingatkan terkait kinerja penjualan iPhone pada tahun ini. Apple menyoroti kondisi penjualan di China di mana Apple menghadapi persaingan dengan rival-rival lokalnya seperti Huawei dan Xiaomi.

Kepada Reuters, Cook menyatakan perbaikan permintaan Apple hingga Maret 2019 dan produk-produk lainnya seperti Apple Watch memberikan keyakinan bahwa kondisi berangsur membaik.

Baca juga: Penjualan iPhone Anjlok, Pendapatan Apple Terkoreksi

Apple menaikkan outlook pendapatan untuk kuartal ketiga berkisar antara 53,5 miliar dollar AS hingga 54,5 miliar dollar AS. Untuk kuartal hingga Maret 2019, total penjualan Apple mencapai 58 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 826,2 triliun.

Akan tetapi, angka tersebut berada di bawah total penjualan pada kuartal II tahun lalu yang mencapai 61 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 868,9 triliun. Meski permintaan membaik di China, penjualan di negara tersebut masih turun 20 persen.

Laba pada kuartal kedua pun merosot ke 11,5 miliar dollar AS, dibandingkan 13,8 miliar dollar AS pada periode yang sama tahun lalu.

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber BBC


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.