Didominasi Ekspor, Mark Dynamics Raup Penjualan Rp 88,06 Miliar di Kuartal I 2019

Kompas.com - 02/05/2019, 18:03 WIB
Cetakan sarung tangan produksi PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) Doc. Mark Dynamics IndonesiaCetakan sarung tangan produksi PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK)

JAKARTA, KOMPAS.com - Emiten produsen cetakan sarung tangan karet PT Mark Dynamics Indonesia Tbk mencatat peningkatan penjualan pada kuartal I 2019 sebesar 12,22 persen menjadi Rp 88,06 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 78,47 miliar.

Mark Dynamics juga meningkatkan laba komprehensif pada periode berjalan sebesar 26,48 persen menjadi Rp 23 miliar pada kuartal I 2019 dibandingkan Rp 18,19 miliar pada kuartal I 2018.

Presiden Direktur Mark Dynamics Ridwan Goh menyatakan, dari total penjualan yang diperoleh pada kuartal I 2019 sebesar 90,76 persen merupakan pasar ekspor, dan sisanya sebesar 9,24 persen untuk pasar domestik.

Baca juga: Menjanjikan, Potensi Pasar Sarung Tangan Kesehatan di Negara Berkembang

“Nilai penjualan ekspor pada kuartal I 2019 4,12 persen lebih besar dari total penjualan kuartal I 2018. Padahal kontribusi pasar ekspor pada kuartal I 2018 mencapai 97,82 persen dari total penjualan. Hal ini menunjukkan perseroan berhasil meningkatkan nilai penjualan ekspor seraya meningkatkan pasar baru di dalam negeri,” kata Ridwan dalam pernyataannya, Kamis (2/5/2019).

Perseroan yang memproduksi cetakan sarung tangan kesehatan merupakan salah satu produsen utama di dunia, dengan pasar ekspor bagi para produsen sarung tangan kesehatan terkemuka di dunia dengan pangsa pasar sebesar 35 persen.

Dengan hasil akhir berupa sarung tangan kesehatan berbahan karet dan nitrile, pasar perseroan meningkat seiring dengan peningkatan konsumsi sarung tangan karet dunia. Berdasarkan data dari MARGMA, konsumsi sarung tangan karet dunia tumbuh rata-rata 8-10 persen per tahun dalam 15 tahun terakhir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Produsen Cetakan Sarung Tangan Karet Fokus Bidik Ekspor

“Meski tahun 2018 pertumbuhan pasar hanya 7,2 persen namun tahun 2019 diperkirakan konsumsi akan meningkat 11,9 persen dan tentunya akan berkontribusi positif bagi perseroan,” ungkap Ridwan.

Pertumbuhan kinerja operasional yang dicapai pada kuartal I 2019 sejalan peningkatan kinerja keuangan, di mana total aset perseroan meningkat sebesar 19,39 persen menjadi Rp 379,74 miliar per 31 Maret 2019 dibandingkan dengan Rp 318,08 miliar per 31 Desember 2018.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X