Mensos: 93,2 Persen Penerima PKH Puas

Kompas.com - 02/05/2019, 19:39 WIB
Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara penyerahan bansos PKH dan BPNT di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (1/2/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIMensos Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara penyerahan bansos PKH dan BPNT di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (1/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial ( Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan, pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) yang menyasar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia mendapat sambutan yang positif.

Ini terungkap berdasarkan riset independen yang dilakukan Kemensos bekerja sama dengan MicroSave Consulting Indonesia dan Bill & Melinda Gates Foundation.

"Tingkat kepuasan KPM PKH yang mencapai 93,2 persen terhadap pelaksanaan program tersebut menunjukkan korelasi yang positif dengan manfaat penggunaan dana bansos PKH dari KPM. Hal ini merefleksikan program bansos PKH yang menyasar KPM tersebut diterima dengan baik dan penggunaannya sesuai sebagaimana ketentuan yang disyaratkan pemerintah," kata Agus di Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Agus menjelaskan, hasil riset operasional dan dampak PKH pada penerima menunjukan, telah terjadinya perubahan perilaku positif pada penerima PKH terkait kesehatan, pendidikan, dan akses layanan keuangan melalui lembaga keuangan resmi.

Baca juga: 100.000 Botol Sabun Pesanan Jokowi Sudah Dikirim, Eli Lulus dari PKH

Riset independen telah dilaksanakan sejak awal 2019 oleh Microsave Consulting, dengan koordinasi dari mitra kerja The Foundation, Inke Maris & Associates.

"Riset kuantitatif dan kualitatif tersebut menyasar 15 provinsi dan 28 kota/kabupaten di Indonesia, dengan total 2.903 responden. Di antaranya 1.466 KPM PKH, 1.437 non-KPM PKH sebagai grup pembanding/control group, dan 25 responden in-depth interview," ujarnya.

Dia menuturkan, tujuan dari riset itu untuk mengevaluasi implementasi digitalisasi PKH, memberikan gambaran terkait perilaku utama KPM. Serta mengukur outcomes dari perlaksanaan program tersebut dalam hal perubahan perilaku penerima bantuan di indikator-indikator tertentu terkait kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.

Guna keperluan analisis data, riset dibagi di tiga wilayah bagian yakni Wilayah Barat (Sumatera Barat dan Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur), Wilayah Tengah (seluruh pulau Jawa), dan Wilayah Timur, dan (meliputi Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, NTT dan Papua).

"Sebanyak 86 persen, KPM mengetahui bahwa bansos ini merupakan program prioritas pemerintah pusat. Mereka juga dapat menjelaskan dengan baik pemanfaatan bantuan sosial sebagaimana yang disyaratkan pemerintah," terangnya.

Lebih jauh Agus mengungkapkan, hasil riset juga menyatakan sekitar 93 persen puas terhadap keteraturan penerimaan dana bansos PKH ke dalam rekening, 92 persen puas terhadap respon Contact Center PKH dalam menanggapi aduan, 94 persen puas terhadap pendampingan oleh Pendamping PKH.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X