Bulan Depan, OJK Bakal Terbitkan Aturan Merger BPR

Kompas.com - 03/05/2019, 12:52 WIB
Direktur Penelitian dan Pengaturan BPR OJK Ayahandayani pada acara pelatihan wartawan OJK di Bandung, Jumat (3/5/2019). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANDirektur Penelitian dan Pengaturan BPR OJK Ayahandayani pada acara pelatihan wartawan OJK di Bandung, Jumat (3/5/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) bakal segera merilis aturan mengenai penggabungan alias merger bank perkreditan rakyat ( BPR). Aturan tersebut dijadwalkan meluncur pada bulan depan.

Direktur Penelitian dan Pengaturan BPR OJK Ayahandayani mengatakan, aturan mengenai penggabungan, peleburan, dan pengambilalihan BPR tersebut dimaksudkan untuk memperkuat BPR. Dengan demikian, BPR dapat memenuhi modal intinya.

"Apakah akan mengundang investor baru, atau mereka lebih baik berkonsolidasi. Ada yang banyak, lebih baik merger," jelas Ayahandayani pada acara pelatihan wartawan OJK di Bandung, Jumat (3/5/2019).

Baca juga: BPR Rawan Dilikuidasi Karena Masalah Fraud

Ayahandayani menuturkan, OJK sudah mengatur mengenai ketentuan modal inti BPR pada tahun 2015 silam lalu. Adapun aturan yang akan diterbitkan pada bulan Juni 2019 mendatang bakal memperjelas mekanisme pemenuhan modal inti BPR.

Di dalam aturan berbentuk Peraturan OJK (POJK) yang dirilis pada 2015, OJK mensyaratkan BPR yang modal intinya di bawah Rp 3 miliar harus memenuhi syarat modal inti Rp 3 miliar pada akhir 2019. Adapun pada tahun 2024 mendatang, modal inti diwajibkan sebesar Rp 6 miliar.

"Yang sudah di atas Rp 3 miliar tahun 2019 wajib Rp 6 miliar," terang dia.

Namun demikian, hingga kini masih banyak BPR yang belum memenuhi ketentuan modal inti. Ada setidaknya 722 BPR yang belum memenuhi ketentuan tersebut.

"Kami mendorong BPR untuk melebur, konsolidasi karena harus memenuhi ketentuan modal minimum," ucap Ayahandayani.

Baca juga: Punya Aset dan Modal Tinggi, Perlukah BPR Berubah Jadi Bank Umum?

Dia mengatakan, apabila BPR tidak mampu memenuhi ketentuan modal inti minimum, maka OJK akan membatasi seluruh kegiatan usaha dan perluasan jaringan kantor BPR yang bersangkutan.

"Kami sedang dorong. Kalau tidak mampu (memenuhi modal inti minimum) sebaiknya siap-siap merger atau konsolidasi dengan BPR lainnya," ungkap Ayahandayani.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Ingin Indonesia Masuk 5 Ekonomi Terbesar Dunia di 2045, Apa Syaratnya?

Jokowi Ingin Indonesia Masuk 5 Ekonomi Terbesar Dunia di 2045, Apa Syaratnya?

Whats New
Periode Kedua Jokowi: SDM Jadi Prioritas Utama, 2045 Keluar dari Jebakan Pendapatan Kelas Menengah

Periode Kedua Jokowi: SDM Jadi Prioritas Utama, 2045 Keluar dari Jebakan Pendapatan Kelas Menengah

Whats New
Kementan Kucurkan Rp 600 Miliar untuk Program Serasi di Kalsel

Kementan Kucurkan Rp 600 Miliar untuk Program Serasi di Kalsel

Whats New
Jokowi Siapkan UU Lapangan Kerja dan UKM, Dongkrak Investasi?

Jokowi Siapkan UU Lapangan Kerja dan UKM, Dongkrak Investasi?

Whats New
Ingin Keluar dari Jebakan Pendapatan Kelas Menengah, Apa Langkah Jokowi?

Ingin Keluar dari Jebakan Pendapatan Kelas Menengah, Apa Langkah Jokowi?

Whats New
Ada Resesi, Disrupsi, dan Ada Porsi Kesalahan Sendiri

Ada Resesi, Disrupsi, dan Ada Porsi Kesalahan Sendiri

Work Smart
[POPULER MONEY] Menteri 'Ngeyel' | Tambahan 2 Boeing 737 NG yang Retak

[POPULER MONEY] Menteri "Ngeyel" | Tambahan 2 Boeing 737 NG yang Retak

Whats New
2045, Jokowi Ingin PDB Indonesia 7 Triliun Dollar AS dan Masuk 5 Ekonomi Besar Dunia

2045, Jokowi Ingin PDB Indonesia 7 Triliun Dollar AS dan Masuk 5 Ekonomi Besar Dunia

Whats New
Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Bakal Banyak Tantangan...

Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Bakal Banyak Tantangan...

Whats New
Telkom Siapkan Bukittinggi Jadi Smart City

Telkom Siapkan Bukittinggi Jadi Smart City

Whats New
Setelah Dilantik, Ini 5 Prioritas Kerja Pemerintahan Jokowi-Ma'aruf

Setelah Dilantik, Ini 5 Prioritas Kerja Pemerintahan Jokowi-Ma'aruf

Whats New
Bambang Brodjonegoro soal Pemangkasan Eselon: Menurut Saya Itu Bagus...

Bambang Brodjonegoro soal Pemangkasan Eselon: Menurut Saya Itu Bagus...

Whats New
Pidato Jokowi: Insya Allah, 2045 Indonesia Telah Keluar dari Jebakan Pendapatan Kelas Menengah

Pidato Jokowi: Insya Allah, 2045 Indonesia Telah Keluar dari Jebakan Pendapatan Kelas Menengah

Whats New
Ketua MPR: Pembangunan Ekonomi Berhasil Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat

Ketua MPR: Pembangunan Ekonomi Berhasil Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat

Whats New
Telkom Sediakan 7 Titik Akses Wifi Gratis di Halal Park Jakarta

Telkom Sediakan 7 Titik Akses Wifi Gratis di Halal Park Jakarta

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X