Ragam Saingan BPR, Fintech hingga KUR dan Laku Pandai

Kompas.com - 03/05/2019, 18:10 WIB
Ilustrasi bankShutterstock Ilustrasi bank

BANDUNG, KOMPAS.com - Perkembangan teknologi digital memengaruhi banyak sektor ekonomi, termasuk bank perkreditan rakyat ( BPR). Di masa kini, kelangsungan bisnis BPR menghadapi persaingan maupun tantangan yang banyak dan berat.

Direktur Penelitian dan Pengaturan BPR Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Ayahandayani mengungkapkan, tantangan persaingan yang dihadapi BPR saat ini semakin berat dan beragam. Tantangan tersebut bukan hanya dari lembaga keuangan kompetitor, namun juga produk perbankan yang diwajibkan oleh pemerintah.

"Persaingan dengan lembaga keuangan lainnya dan kebijakan otoritas," kata Ayahandayani pada acara pelatihan wartawan OJK di Bandung, Jumat (3/5/2019).

Baca juga: Bulan Depan, OJK Bakal Terbitkan Aturan Merger BPR

Ayahandayani menuturkan, bank umum dikenakan ketentuan oleh pemerintah berupa kewajiban penyaluran kredit untuk usaha mikro kecil menengah ( UMKM). Dengan adanya ketentuan ini, maka terjadi irisan pasar antara bank umum dengan BPR yang juga menyasarkan penyaluran pinjamannya ke UMKM.

Kemudian, persaingan juga muncul dari perusahaan-perusahaan yang berkembang dengan kemajuan teknologi informasi. Menjamurnya layanan keuangan berbasis teknologi alias financial technology ( fintech) peer to peer lending juga menciptakan persaingan baru bagi BPR.

"Menjamurnya fintech peer to peer lending, masyarakat bisa langsung mengakses kredit melalui ponsel," ungkap Ayahandayani.

Baca juga: Bersaing dengan Fintech, Apa yang Harus Dilakukan BPR?

Tidak hanya itu, ada pula lembaga keuangan lain yang menawarkan produk yang serupa dengan produk BPR membuat persaingan kian sengit. Sebut saja koperasi simpan pinjam, lembaga keuangan mikro, dan sebagainya.

Ayahandayani, persaingan juga muncul dalam bentuk produk pinjaman yang diinisiasi pemerintah, yakni kredit usaha rakyat ( KUR). Ada pula layanan jasa keuangan yang diinisiasi pemerintah pula untuk menjangkau masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan, yakni Laku Pandai.

"Ada program pemerintah untuk KUR. Itu beririsan dengan pasarnya BPR," ungkap Ayahandayani.

Baca juga: BPR Rawan Dilikuidasi Karena Masalah Fraud

Meskipun demikian, Ayahandayani menyebut secara umum kinerja BPR masih dalam kondisi baik. Ia mengungkapkan, ada tren positif pada perkembangan BPR hingga tahun 2018.

"Secara year on year (tahunan) ada peningkatan cukup signifikan. Aset meningkat di tengah persaingan," ucap dia.

Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) industri BPR tercatat sebesar 24,96 persen. Sementara itu, BOPO tercatat sebesar 83,12 persen, Return on Asset (RoA) mencapai 2,44 persen, dan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) tercatat sebesar 6,82 persen.

 

 

Direktur Penelitian dan Pengaturan BPR OJK

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bersaing dengan Fintech, Apa yang Harus Dilakukan BPR?", https://money.kompas.com/read/2019/05/03/141621226/bersaing-dengan-fintech-apa-yang-harus-dilakukan-bpr.
Penulis : Sakina Rakhma Diah Setiawan
Editor : Sakina Rakhma Diah Setiawan

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X