Bandara Baru Yogyakarta Diminati Banyak Maskapai Internasional

Kompas.com - 03/05/2019, 22:11 WIB
Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) sudah memiliki 100 persen sisi udara, terdiri runway atau landas pacu sepanjang 3.250 meter dan lebar 75 meter. Apron mampu menampung 23 parking stand lesawat di luasan 159.140 m2. Landasan ini dirancang bisa didarati pesawat komersil terbesar maupun terberat di dunia, yakni  melayani lalu lintas pesawat kecil hingga jenis pesawat komersil berbadan lebar (wide body), seperti Airbus A380 serta Boeing 747 dan 777. PT Angkasa Pura I (Persero) merencanakan penerbangan perdana pada 29 April 2019 depan.KOMPAS.com/DANI J Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) sudah memiliki 100 persen sisi udara, terdiri runway atau landas pacu sepanjang 3.250 meter dan lebar 75 meter. Apron mampu menampung 23 parking stand lesawat di luasan 159.140 m2. Landasan ini dirancang bisa didarati pesawat komersil terbesar maupun terberat di dunia, yakni melayani lalu lintas pesawat kecil hingga jenis pesawat komersil berbadan lebar (wide body), seperti Airbus A380 serta Boeing 747 dan 777. PT Angkasa Pura I (Persero) merencanakan penerbangan perdana pada 29 April 2019 depan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero) Devy Suradji mengatakan, banyak maskapai internasional yang berminat membuka slot penerbangan di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

“Kalau (masakapai internasional) yang mendaftarkan sebenernya cukup banyak. Banyak yang tertarik, apalagi lihat daerahnya,” ujar Devi di Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Kendati begitu, Devy belum mau membeberkan maskapai internasional apa saja yang tertarik membuka slot di bandara tersebut.

“Kalau mereka siap dengan promosi baru kita discuss. Kayak Citilink kan joint promotion. Semua yang masuk ke YIA, AP I komit untuk join promotion,” kata Devy.

Baca juga: Pembangunan Bandara Baru Yogyakarta Sudah 71,6 Persen

Namun, Devy baru bisa memastikan saat ini masakapai yang akan membuka slot penerbangan di YIA, yakni Silk Air dan AirAsia. Kedua maskapai tersebut menyediakan rute internasional ke Singapura dan Malaysia.

“Silk Air sama AirAsia kan memang sudah existing di Bandara Adisucipto. Kalau (YIA) full operation mereka harus pindah,” ucap dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X