Tambang Grasberg Tutup, Freeport Lanjut dengan "Underground Mine"

Kompas.com - 05/05/2019, 13:23 WIB
Tambang terbuka PT Freeport Indonesia, di Grasberg, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika merupakan tambang terbuka terbesar di dunia. Dalam operasinya  PT Freeport Indonesia mengoperasikan puluhan haul truk untuk mengangkut material tambang dengan kapasitas angkut 240 ton hingga 320 ton. Alfian KartonoTambang terbuka PT Freeport Indonesia, di Grasberg, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika merupakan tambang terbuka terbesar di dunia. Dalam operasinya PT Freeport Indonesia mengoperasikan puluhan haul truk untuk mengangkut material tambang dengan kapasitas angkut 240 ton hingga 320 ton.

Saat ini jumlah haul truck operasional yang menambang di lokasi Grasberg juga sudah jauh berkurang sekitar 60 persen, atau tinggal 80 sampai 90 haul truck dan alat berat yang beroperasi.

Menurut Tony, penutupan tambang Grasberg ini sudah dikoordinasikan dengan Kementerian ESDM dan proses penutupan di beberapa lokasi tengah disiapkan.

"Kami punya kewajiban reklamasi saat ini terus melakukan rapat dengan pemerintah," ucapnya.

Baca juga: Peneliti: Divestasi Freeport Lewat IPO Untungkan Orang Kaya dan Politisi

Tak hanya itu, Freeport juga memiliki proyek geoteknik tambang bernama Wanagon yang nantinya membuat dinding tambang Grasberg yang sudah selesai ditambang tidak runtuh. Preyek ini akan berlangsung sampai tahun 2024.

Selain proyek Wanagon, ada pula kewajiban reklamasi 880 hektar (ha) untuk reklamasi yang saat ini sudah dikerjakan 400 ha atau sekitar 25 persen.

Sementara itu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, penutupan paska tambang atau restorasi tambang Grasberg harus bekerja sama dengan Badan Geologi Kementerian ESDM. Supaya nantinya, di kemudian hari tidak terjadi masalah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Undang tim geoteknik dan barengan dengan tim Freeport, jika ada komplen itu ada konfirmasi dari pemerintah nantinya," ujarnya.

Adapun Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono menambahkan, saat ini reklamasi dan stabilitasi lereng harus dilakukan Freeport.

"Biar bagaimana pun Freeport harus bertanggung jawab," katanya.

Baca juga: Luhut: Presiden Jokowi Tak Pernah Ada Deal Tertentu dengan Freeport

Makanya, Freeport diberikan waktu untuk bisa melakukan reklamasi dan geoteknik di lereng-lereng tambang agar tidak runtuh.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X