[POPULER MONEY] Ganjil Genap Saat Mudik | Bisnis Sedotan Bambu Raup Rp 100 Juta

Kompas.com - 06/05/2019, 05:40 WIB
Kondisi Jembatan Kalikuto terkini yang merupakan bagian dari Jalan Tol Batang-Semarang, Jumat (7/12/2018).Baihaki/Harian Kontan Kondisi Jembatan Kalikuto terkini yang merupakan bagian dari Jalan Tol Batang-Semarang, Jumat (7/12/2018).

1. Menhub Kaji Penerapan Ganjil Genap di Jalan Tol Saat Mudik Lebaran

Untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan saat mudik Lebaran 2019, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mewacanakan penerapan aturan ganjil genap di dalam tol.

Dia mengatakan, jika tidak diwaspadai peningkatan volume kendaraan bisa menjadi bumerang di beberapa titik rawan kemacetan.

"Oleh karena itu, kemarin kami rapat terbatas dengan Presiden. Presiden menyarankan kepada kami dua hal, yaitu bagaimana memberdayakan jalur lama dan Presiden meminta agar kami memberdayakan rest area sebagai pusat ekonomi masyarakat terutama UKM," katanya.

Bagaimana detail penerapan ganjil genap saat mudik? Baca selengkapnya di sini

Baca juga: Menhub: Mudik dengan Sepeda Motor Itu Melelahkan

2. Saat Wapres Kalla Terkesan dengan Bandara YIA...

Wakil Presiden Jusuf Kalla terkesan dengan fasilitas yang ada di Yogyakarta International Airport (YIA). Hal tersebut dikemukakan Kalla usai melakukan peninjauan di bandara yang terletak di Kabupaten Kulon Progo itu.

Orang nomor dua di Indonesia itu juga sempat menjajal landas pacu di bandara teraebut setelah terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

"(Pendaratan) bagus, lancar, terasa mulus dan runway-nya bagus,” ujar Kalla dalam keterangan resminya, Sabtu (4/5/2019).

Bagaimana kesan Kalla mengenai bandara YIA? Simak selengkapnya di sini

Baca juga: Menhub: Bandara Internasional Yogyakarta Beroperasi Komersial sebelum Lebaran


3. Bisnis Sedotan Bambu, Yumna Bisa Raup Omzet hingga Rp 100 Juta

Masifnya isu pencemaran lingkungan, khususnya sampah plastik, memunculkan peluang bisnis baru yang lumayan menggiurkan. Salah satunya adalah sedotan bambu.

Mengutip data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik tahun 2016, sampah plastik Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, 3,2 juta ton sampah dibuang ke laut.

Sedotan plastik meski terbilang mini, ikut menjadi penyumbang sampah plastik. Untuk terurai secara alami, sedotan ini membutuhkan waktu 500 tahun lamanya. Tak heran, jika sejumlah pihak menyebut bahwa kondisi Indonesia sudah masuk tahap darurat plastik.

Bagaimana peluanga usaha sedotan bambu ini? simak di sini

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X