Tiket Pesawat Mahal, AP I Kehilangan 3,5 Juta Penumpang

Kompas.com - 07/05/2019, 09:11 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura I mengaku kehilangan 3,5 juta penumpang sejak awal tahun 2019 lalu. Salah satu penyebabnya adalah mahalnya harga tiket pesawat terbang.

Direktur Pemasaran dan Pelayanan AP I, Devy Suradji mengatakan, penurunan tersebut didapati dari 13 bandara yang dikelola pihaknya.

“Yang jelas tiga bulan pertama itu, kuartal I itu angka saya sekitar dari sisi pax itu yang kita laporkan sekitar 3,5 juta dropnya dari 2018,” ujar di Yogyakarta, Senin (6/5/2019).

Selain harga tiket pesawat yang mahal, menurut Devy, ada faktor lain yang mempengaruhi penurunan jumlah penumpang. Salah satunya karena ada Tol Trans Jawa.

Baca juga: Menteri BUMN: Saya Tak Bisa Minta Garuda Turunkan Harga Tiket Pesawat

“Tiketnya mungkin lebih mahal dibandingkan biasanya, kemudian ada pilihan transportasi lain, bisa lewat tol yang bagus, terus orang mulai mengurangi libur karena banyak bencana alam kemarin kan,” kata Devy.

Devy menambahkan, pada 2018 lalu, penumpang yang menggunakan 13 bandara yang dikelola AP I sebanyak 95 juta orang.

“Total penumpang di bandara 2018 itu 95 juta, baik yang berangkat maupun yang datang,” ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.