Kemacetan jadi Fokus Kemenhub saat Mudik Lebaran Tahun Ini

Kompas.com - 07/05/2019, 14:14 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menunjau kondisi angkutan Terminal Leuwi Panjang, Bandung, Provinsi Jawa Barat, Selasa (7/5/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menunjau kondisi angkutan Terminal Leuwi Panjang, Bandung, Provinsi Jawa Barat, Selasa (7/5/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, mengatakan, ada dua yang menjadi fokus pihaknya pada masa angkutan lebaran tahun ini. Yaitu soal kemacetan dan keselamatan dalam berlalu lintas.

"Fokus kita satu adalah di daerah jalan tol. Jalan tol dari Jakarta, dari Cirebon, dan Semarang itu," kata Budi Karya di Leuwi Panjang, Bandung, Selasa (7/5/2019).

Budi Karya menuturkan, tiga daerah itu kemungkinan besar akan terjadi kemacetan ketika memasuki mudik nanti. Kerena itu, dibutuhkan solusi untuk mengatasi masalah yang akan terjadi di jalan tol.

"Pak Dirjen Perhubungan Darat telah berdiskusi dengan Kakorlantas (Polri). Kita lihat di situ ada kemungkinan penumpukan kendaraan oleh karenanya, kita akan melakukan rekayasa lalu lintas, membuat satu arah," tuturnya.

Dia menjelaskan, guna mengantisipasi kemungkinan itu, Kemenhub bersama instansi terkait akan bersinergi. Nantinya, ruas tol maupun jalan nasional akan diberlakukan satu arah dari setiap kota/daerah untuk menghindari kemungkinan kepadatan kendaraan serta kemacetan.

"Jadi kalau dari Jakarta menuju Semarang itu pakai jalan tol satu arah, yang dari Semarang menuju Jakarta itu pakai jalan negara (nasional). Itu yang jadi fokus kita," sebutnya.

Selain potensi kemacetan, lanjut Budi Karya, pemerintah melalui Kemenhub juga fokus dan memperhatikan keselamatan dalam berlalu lintas. Baik para pengemudi maupun para penumpangnya.

Pasalnya, angka kecelakaan transportasi darat terbilang cukup tinggi. Khususnya pada roda dua yang mencapai 70 persen dari total kecelakaan moda transportasi di Tanah Air.

"Kedua adalah mengenai keamanan atau safety. Karena, kalau tolnya bagus, jalan (kecepatan) kendaraannya kenceng, lebih dari 100 km/jam itu bahaya. Kita akan batasi kecepatan dengan 100 km/jam saja," imbuhnya.

Sisi lain, Menhub mengimbau dan meminta masyarakat agar tidak menggunakan kendaraan roda dua atau pribadi saat mudik lebaran nanti. Selain berpotensi jadi penyebab kemacetan juga membahayakan.

"Karena pemerintah juga menyiapkan angkutan mudik gratis," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X