Jaga Stabilitas Rupiah, BI Perketat Aturan untuk Operator Pasar Uang

Kompas.com - 07/05/2019, 18:40 WIB
Ilustrasi rupiah Thinkstockphotos.com/ThamKCIlustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia ( BI) memperketat aturan bagi penyelenggara sarana pelaksanaan transaksi di pasar uang dan pasar valuta asing.

Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI Agusman mengatakan, PBI Nomor 21/5/PBI/2019 ini bertujuan untuk menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah. Aturan ini sudah berlaku sejak 29 April 2019.

Agusman menjelaskan, salah satu latar belakang diperketatnya aturan untuk para penyelenggara sarana transaksi di pasar uang dan valas lantaran teknologi yang digunakan dalam transaksi kian meningkat.

Baca juga: GWM Rata-rata, Volatilitas Suku Bunga, dan Pendalaman Pasar Uang

"Pengaturan ini selain mendorong permintaan domestik melalui peningkatan efisiensi dan transparansi, integritas, governance, perlindungan nasabah (bagi pengguna jasa), dan integrasi pasar keuangan, juga sejalan dengan inisiatif G20 OTC Derivative Market Reform atau penerbitan international guidance," ujar Agusman di Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Agusman pun menyebutkan beberapa manfaat dari pemberlakuan PBI ini. Dia menjelaskan, aturan ini semakin membuka peluang bagi pendatang baru untuk masuk ke pasar keuangan Indonesia.

Sebab, aturan bagi para penyelenggara transaksi pasar uang dan valas sudah memberikan kejelasan status hukum, sekaligus mengikuti regulasi yang dikeluarkan sesuai dengan best practice di internasional.

"Sementara bagi pengguna jasa, ada manfaat efisiensi, transparansi dan perlindungan nasabah," jelas dia.

Baca juga: Rupiah Kembali Melemah, BI Tingkatkan Intervensi di Pasar Valas

Adapun PBI tersebut meliputi empat jenis penyelenggara transaksi, yaitu penyedia eletronic trading platform (ETP), perusahaan pialang (PPU), Systematic Internalisers (SI) atau perbankan yang memiliki sistem pasar keuangan sendiri, serta penyelenggara bursa atau bursa berjangka.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Upah Minimum Tak Naik, KSPI: Menaker Tak Miliki Sensitivitas Nasib Buruh!

Upah Minimum Tak Naik, KSPI: Menaker Tak Miliki Sensitivitas Nasib Buruh!

Whats New
Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Spend Smart
Kemnaker Harap ACRF Buat Ketenagakerjaan ASEAN Lepas dari Dampak Buruk Covid-19

Kemnaker Harap ACRF Buat Ketenagakerjaan ASEAN Lepas dari Dampak Buruk Covid-19

Whats New
BUMN Ini Buka Rekrutmen Pegawai, Simak Posisi dan Syaratnya

BUMN Ini Buka Rekrutmen Pegawai, Simak Posisi dan Syaratnya

Whats New
Covid-19 dan Libur Panjang Pengaruhi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Covid-19 dan Libur Panjang Pengaruhi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Indonesia Kaya Bahan Baku, Luhut: Selama Ini Kita Hanya Gali-gali dan Ekspor...

Indonesia Kaya Bahan Baku, Luhut: Selama Ini Kita Hanya Gali-gali dan Ekspor...

Whats New
Panduan Cek Penerima BPUM UMKM BRI via Eform

Panduan Cek Penerima BPUM UMKM BRI via Eform

Whats New
Saat Sri Mulyani Mengaku Pernah Dapat Rapor Merah Kala Sekolah...

Saat Sri Mulyani Mengaku Pernah Dapat Rapor Merah Kala Sekolah...

Whats New
Pemerintah Putuskan Upah Minimum Tahun Depan Tidak Naik!

Pemerintah Putuskan Upah Minimum Tahun Depan Tidak Naik!

Whats New
Reksadana Terproteksi Masih Diminati Investor, Ini Sebabnya

Reksadana Terproteksi Masih Diminati Investor, Ini Sebabnya

Earn Smart
[POPULER MONEY]  Cara Dapat BLT UMKM bila Tempat Usaha Beda dengan Alamat KTP | Penjelasan BCA soal Deposito Hangus

[POPULER MONEY] Cara Dapat BLT UMKM bila Tempat Usaha Beda dengan Alamat KTP | Penjelasan BCA soal Deposito Hangus

Whats New
Memaknai Sumpah Pemuda dari Spirit Kewirausahaan

Memaknai Sumpah Pemuda dari Spirit Kewirausahaan

Smartpreneur
Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

Whats New
Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

Whats New
Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X