Kompas.com - 07/05/2019, 18:53 WIB
Niharika Yadav, Presiden Direktur AXA Financial Indonesia dalam konferensi pers peluncuran wakaf mudah bersama AXA di Jakarta, Selasa (7/5/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYANiharika Yadav, Presiden Direktur AXA Financial Indonesia dalam konferensi pers peluncuran wakaf mudah bersama AXA di Jakarta, Selasa (7/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - AXA Financial Indonesia menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk meluncurkan program Wakaf Mudah Bersama AXA.

Niharika Yadav, Presiden Direktur AXA Financial Indonesia mengatakan, kerja sama ini mampu mempermudah nasabah untuk berbuat baik dengan memberikan perlindungan bagi keluarganya maupun sesama.

"Kita bangga bisa kerja sama dengan MUI, sebagai lembaga independen muslim di Indonesia. Melalui kerja sama ini, nasabah dapat dengan mudah memenuhi keinginan mereka untuk berbuat baik dengan memberikan perlindungan bagi keluarga tercinta maupun berbuat baik kepada sesama," ucap Niharika di Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Baca juga: Wakaf Asuransi Bakal Jadi Tren Baru Asuransi Syariah?

Apalagi, potensi keuangan syariah masih sangat besar mengingat mayoritas masyarakat Indonesia beragama muslim dan pangsa pasar keuangan syariah masih di bawah 5 persen.

Niharika mengatakan, wakaf ini nantinya akan berbeda dengan fitur wakaf lainnya. Jika wakaf lainnya hanya berlaku saat tertanggung tutup usia, Wakaf Mudah Bersama AXA ini manfaatnya berlaku selama periode perlindungan berjalan dan tertanggung masih hidup.

"Sehingga nasabah pun mendapatkan kemudahan untuk memiliki perlindungan asuransi jiwa yang menyeluruh, sekaligus mendapatkan keberkahan dan ketenangan hati," ujar Niharika.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: BI Dorong Penguatan Pembiayaan Sosial Melalui Wakaf

Niharika menyebut, fitur wakaf yang diluncurkan hari ini dapat dimanfaatkan oleh nasabah Maestro Syariah dan Cerdas Amanah Syariah, yaitu nasabah dapat memanfaatkan sebagian nilai investasinya untuk digunakan sebagai wakaf. Nantinya, wakaf-wakaf tersebut akan disalurkan melalui Lembaga Wakaf MUI.

Selain itu papar Niharika, nasabah juga dapat menentukan langsung penyaluran manfaat wakaf melalui tiga cara.

"Ada tiga cara, yaitu wakaf keagamaan seperti pembangunan masjid dan pesantren, wakaf produktif umum, seperti tanah dan bangunan (properti), dan wakaf Sapujagat untuk membantu masyarakat terbebas dari transaksi riba," sebut Niharika.

Baca juga: Indonesia Perkenalkan Inovasi Keuangan Syariah Wakaf Tunai

Ketua Lembaga Wakaf MUI Lukmanul Hakim menambahkan, kerja sama ini merupakan kolaborasi yang baik untuk memajukan sektor wakaf di Indonesia.

"Saya kira ini satu kolaborasi kerjasama yang bagus dalam kerja sama donasi wakaf produktif. Apalagi, MUI membutuhkan support dalam melindungi umat. Dengan kehadiran kerja sama ini, mudah-mudahan sektor wakaf bisa ikut terdongkrak," ucap Lukmanul.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.