Klub Sepakbola Nasional Banyak yang Tertarik IPO

Kompas.com - 08/05/2019, 06:57 WIB
Seragam terbaru Bali United untuk musim kompetis 2019. Dok. Bali United Seragam terbaru Bali United untuk musim kompetis 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bali United merupakan klub sepakbola pertama di Indonesia yang unjuk gigi melepas saham ke publik melalui penawaran publik perdana (initial public offering/ IPO).

Bahkan, Indonesia merupakan negara kedua di Asia Tenggara setelah China yang mendorong klub sepakbolanya melantai di bursa.

Hal tersebut dilakukan untuk mendukung klub tersebut dari segi finansial, yang saat ini menjadi masalah bagi industri sepakbola di Indonesia.

Direktur Utama PT Kresna Graha Investama Tbk, Michael Steven mengatakan, kesuksesan Bali United melepas saham di bursa, menarik klub sepakbola lainnya melakukan langkah yang sama. 

"Ada beberapa lagi klub sepakbola yang sudah ingin bicara atau ingin ketemu dan nanya soal IPO," ujar Michael di Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Belakangan, beberapa nama klub papan atas disebut-sebut ingin mengikuti jejak Bali United, seperti Persija, Persib, dan Arema. Michael tidak membantah maupun mengiyakan sejumlah nama tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa mereka adalah klub-klub besar.

"Pokoknya klub liga utama, yang besar-besar," kata Michael.

Prospek IPO di Lantai Bursa

Michael mengatakan, klub sepakbola yang go publik memiliki keuntungan yang luar biasa, terutama dari segi pendanaan. Pertama, pengelolaannya pasti lebih bagus karena banyak pihak menabung saham di klub tersebut.

Kemudian, peminatnya sangat membludak karena klub sepakbola memiliki suporter yang loyal.

"Langsung habis sahamnya, laris manis. Baru akan kita tawarkan, tapi sudah banyak yang pesan," kata Michael.

Selain itu, IPO akan membuat industri sepakbola Indonesia bergairah. Orang akan melihat bahwa klub sepakbola tak sekadar menjual tiket pertandingan, tapi berbagai aksesoris khas tersebut juga sangat digandrungi penggemarnya.

Michael mengatakan, di jersey Bali United penuh dengan logo sponsor karena banyak yang mempercayakan hubungan bisnis dengan klub tersebut.

Melalui IPO, klub sepakbola juga bisa membeli pemain yang bagus. Tentunya hal ini akan berdampak signifikan pada performa klub di lapangan.

Namun, Kresna tak sembarangan menentukan klub sepakbola apa yang bisa melepas saham ke publik. Syarat utamanya yakni klub tersebut harus sehat dan bisnisnya ditata dengan baik.

"Situasi sepakbola Indonesia kan penuh skandal. Mudah-mudahan ke depannnya lebih baik," kata Michael.




Close Ads X